Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat pengukuhan 10.000 pemuda tani Indonesia di Hotel Bumi Surabaya, Jumat (8/10/2021). Foto: Istimewa

Mentan Syahrul Yasin Limpo saat pengukuhan 10.000 pemuda tani Indonesia di Hotel Bumi Surabaya, Jumat (8/10/2021). Foto: Istimewa

Masa Pandemi, Ekspor Produk Pertanian Capai Rp 450 Triliun

Minggu, 10 Oktober 2021 | 16:09 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

SURABAYA, investor.id - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyampaikan bahwa sektor pertanian mengambil peranan penting saat pandemi Covid-19 melanda, ekspor produk pertanian mampu menyumbangkan Rp 450 triliun.

“Di saat orang tidak bisa menciptakan uang, pertanian mampu memberikan kontribusi besar bagi negara. Pertanian bisa menghasilkan Rp 450 triliun hanya dengan ekspor,” kata Mentan pada acara Workshop dan Pengukuhan 10.0000 Pemuda Tani Indonesia Komando Kawasan Terpaut Pemuda Tani Indonesia (KKT-PTI) di Surabaya, Jumat (8/10/2021).

Menurut Mentan, dalam satu tahun terakhir sektor pertanian tumbuh 16,4%. Triliunan rupiah yang dihasilkan itu menunjukkan hebatnya sektor pertanian, apalagi di era digital saat ini produk pertanian kini bisa dijual ke seluruh dunia. Dengan kehebatan sektor pertanian itu, dia ingin memotivasi anak muda agar serius menangani bidang pertanian dan profesional menekuninya sebagai pekerjaan bukan sekadar sebagai buruh tani dengan modal yang paling besar adalah kemauan dan semangat.

“Saya mau setiap orang bisa jadi entrepreneur pertanian. Pertanian itu hebat pasti keren,” tandas Syahrul.

Mentan Syahrul Yasin Limpo saat pengukuhan 10.000 pemuda tani Indonesia di Hotel Bumi Surabaya, Jumat (8/10/2021). Foto: Istimewa
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat pengukuhan 10.000 pemuda tani Indonesia di Hotel Bumi Surabaya, Jumat (8/10/2021). Foto: Istimewa

Ia lebih lanjut menyatakan, pertanian adalah bagian dari membangun kehidupan masyarakat yang damai tentram dan teratur. Mereka bisa tentram kalau makanan tercukupi, bisa hidup damai kalau mereka kenyang. Ia juga mengingatkan, bahwa jika bertani bukan untuk orang miskin, karena di luar negeri sudah membuktikannya. Seperti di Jepang, orang hebat adalah petani. Demikian juga di Vietnam, Korea dan Amerika.

“Pertanian itu bukan untuk makan petani, itu lapangan kerja. Pertanian itu memutar ekonomi dasar yang ada pertanian. Pertanian akan berujung pada orang yang pintar, orang yang cerdas. Orang tidak akan kerja kalau makan apa adanya,” terang Syahrul.

Dia mengatakan, mengurus pertanian itu sama saja membuka lapangan pekerjaan secara luas, mulai dari hulu sampai hilirnya.

“Mulai dibudidaya hulunya sudah ada pekerjanya, dipemetikannya orang sudah kerja, dipengolahannya menjadi sesuatu, orang juga sudah kerja, dipasarkannya kemana-mana itu juga sudah lapangan kerja,” jelasnya.

Saat pandemi seperti saat ini, hasil pertanian memegang peranan penting. Syahrul menyebut makanan itu tidak mengenal pandemi. Mau ada Covid-19 maupun tidak, semua orang butuh makan.

“Kita bisa bersembunyi di rumah karena Covid-19, tapi tanpa makanan tentu tidak bisa hidup,” tandasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN