Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Sumber: BSTV

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Sumber: BSTV

Kemitraan dengan Usaha Besar akan Tingkatkan Daya Tawar Petani Sawit

Kamis, 14 Oktober 2021 | 14:47 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan,  pengembangan pola kemitraan perkebunan sawit rakyat perlu dilakukan guna menjawab persoalan terkait lemahnya  posisi tawar petani pekebunan dalam rantai tata niaga kelapa sawit. Pola kemitraan bisa dilakukan di antaranya dengan mengembangkan inkubasi berbahan dasar sawit.

 “Pola kemitraan perkebunan kelapa sawit yang dibangun untuk menyinergikan petani dengan korporasi, baik BUMN maupun swasta, terus mendorong pertumbuhan dan pemerataan kesempatan ekonomi dalam perkebunan kelapa sawit serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ucap Airlangga, dalam keterangannya, Kamis (14/10).

Potensi bisnis dari bahan dasar kelapa sawit, mulai dari buah, sabut dan cangkang, janjang kosong, pelepah dan daunnya, limbah cair, hingga batang pohon kelapa sawit dapat dimanfaatkan dan bernilai ekonomi.

Sebagai negara produsen terbesar yang menguasai sekitar 55% pangsa pasar minyak sawit dunia serta memanfaatkan tidak lebih dari 10% dari total global land bank for vegetable oil, Indonesia mampu menghasilkan 40% dari total minyak nabati dunia.

Airlangga melanjutkan, keunggulan kelapa sawit dibandingkan komoditas pesaing minyak nabati lainnya adalah mempunyai produktivitas yang lebih tinggi, sehingga luas lahan yang digunakan untuk memproduksi minyak sawit lebih sedikit.

Dalam menjaga kestabilan harga sawit, pemerintah pun tengah dan terus mengembangkan kebijakan yang mendorong domestic demand dari produk sawit, antara lain penggunaan biodiesel (B30).

 “Kebijakan B30 ini merupakan bagian dari upaya pemerintah agar pembangunan berkelanjutan rendah karbon dapat terus dilaksanakan,” imbuhnya.

 Program B30 telah berkontribusi dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) untuk sekitar 23,3 juta ton karbon dioksida (CO2) pada 2020. Selain itu, luas tutupan kelapa sawit sebesar 16,3 juta ha dapat menyerap sekitar 2,2 miliar ton CO2 dari udara setiap tahun.

Pemerintah berkomitmen untuk mendukung program B30 tahun 2021 dengan target alokasi penyaluran sebesar 9,2 juta kiloliter. Komitmen ini juga bertujuan untuk menjaga stabilisasi harga CPO.

Dengan kebijakan tersebut, target 23% bauran energi yang berasal dari energi baru dan terbarukan (EBT) pada 2025 sebagaimana ditetapkan dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN) akan dapat tercapai.

Terkait SDGs 

Terkait pencapaian sustainable development goals (SDGs), peranan minyak sawit dalam mencapai target yang telah disepakati secara global, antara lain sebagai sumber energi bersih dan terbarukan yang mendukung ketahanan energi nasional, penyediaan bahan makanan, penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, serta pengurangan ketimpangan sosial dan ekonomi.

Pemerintah juga tetap berkomitmen untuk melakukan peremajaan (replanting) sebanyak 540.000 ribu ha kebun kelapa sawit milik petani sampai dengan tahun 2024.

Hal itu terutama untuk meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat yang sebelumnya kurang dari 3-4 ton/ha, diharapkan, dengan adanya replanting bisa mendekati produktivitas perkebunan swasta.

 “Saya berharap agar BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) terus mendukung kemitraan semacam ini dan bisa memfasilitasi agar kebun masyarakat bisa semakin baik dan kelapa sawit semakin berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat,” tutur Airlangga.  

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN