Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Panen Jagung. Foto ilustrasi: IST

Panen Jagung. Foto ilustrasi: IST

Pemerintah Komit Tingkatkan Produksi Jagung di Sentra Produksi

Rabu, 24 November 2021 | 11:32 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id -Pemerintah berkomitmen meningkatkan produksi jagung di sentra produksi. Pasalnya, komoditas jagung merupakan jenis tanaman pangan yang tumbuh di berbagai wilayah di Indonesia dengan berbagai jenisnya jagung menjadi sumber pakan,konsumsi dan bahan baku industri.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi mengatakan tren kebutuhan jagung nasional terus meningkat dimana kebutuhan utamanya untuk pakan ternak, industri pangan dan konsumsi. Pemerintah secara serius melakukan upaya untuk meningkatkan volume produksi jagung.

Secara umum, kondisi saat ini kebutuhan jagung setahun untuk pakan, konsumsi dan industri pangan sebesar 14,37 juta ton, stok akhir Jagung Desember 2020 sebesar 1,43 juta ton dan proyeksi stok jagung 2021 sebanyak 2,85 juta ton.

Produksi jagung nasional tahun 2021 berdasarkan pragnosa Kementan dan BPS adalah luas panen jagung nasional Januari-Desember 2021 seluas 4,15 juta hektar dan produksi bersihnya sebesar 15,79 juta ton dengan kadar air 14%.
Khusus untuk Sulawesi Selatan selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi jagung  nasional yang mempunyai luas panen 377,7 ribu hektar dan bisa menghasilkan 1,82 juta ton jagung per tahun dan diperkirakan panen jagung Sulawesi Selatan padaa November-Desember 2021 seluas 26.023 hektar.

“Penguatan produksi di sentra produksi melalui pemanfaatan benih unggul akan terus didorong,” ujar dia di Jakarta, Rabu (24/11).

Keterbatasaan lahan yang ada memerlukan upaya inovasi teknologi benih yang unggul, misalnya dengan menggunakan benih NASA 29 dan HJ21 yang merupakan produk inovasi Balitbang pertanian. Beberapa alsintan pra dan pasca panen dapat digunakan untuk mempercepat penanamaan dan menjaga kualitas hasil panen.

Selain itu, pemanfaatan lahan yang selama ini kurang produktif sebagai lahan pertanaman jagung akan mampu meningkatkan produksi secara nasional,pemerintah juga menekankan perlunya tumpang sari jagung dengan tanaman lainnya.

Presiden Joko Widodo menanam jagung dengan mengemudikan traktor di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Selasa (23/11/2021). Foto: BPMI Setpres
Presiden Joko Widodo menanam jagung dengan mengemudikan traktor di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Selasa (23/11/2021). Foto: BPMI Setpres

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo melakukan tanam jagung perdana pada lahan 1.000 hektar di Kelurahan Tolo, Kecamatan Kelara Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan pada 23 November 2021.

Pemerintah melalui Kementan telah memberikan bantuan untuk provinsi Sulawesi Selatan senilai Rp 266 miliar untuk benih, alat pra panen dan pasca panen serta pengolahan hasil tanaman pangan.

Untuk bantuan sarana dan prasarana di Kabupaten Janeponto berupa traktor roda 4, pompa air, cultivator, alat tanam jagung dan pemipil jagung senilai Rp 1,5 miliar.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN