Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Asia Pacific Rayon (APR) merilis visi keberlanjutan dalam 10 tahun ke depan yaitu APR 2030.

Asia Pacific Rayon (APR) merilis visi keberlanjutan dalam 10 tahun ke depan yaitu APR 2030.

APR Dorong Visi Keberlanjutan Melalui  APR2030

Kamis, 25 November 2021 | 09:26 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Produsen serat viscose-rayon terintegrasi terbesar di Indonesia, Asia Pacific Rayon (APR) merilis visi keberlanjutan dalam 10 tahun ke depan yaitu " APR 2030". Strategi ini terdiri dari empat pilar yang akan berkontribusi positif terhadap iklim, alam, manufaktur bersih serta sirkularitas dan kemajuan yang inklusif. APR 2030 terdiri dari 19 target spesifik yang akan dicapai pada 2030.

Target utama tersebut adalah  20% dari total hasil produksi serat viscose terbuat dari bahan daur ulang, mencapai nol bersih emisi dari penggunaan lahan dengan menekankan integrasi vertikal bersama April selaku pemasok utama serta mengurangi setengah dari intensitas emisi karbon per ton VSF, bersama April ikut mengurangi tingkat kemiskinan ekstrem dalam radius 50 kilometer dari wilayah operasi dan mendukung konservasi dan perlindungan habitat satwa liar di Indonesia.

APR juga berkomitmen untuk mempromosikan kesejahteraan yang inklusif dan kesetaraan gender di seluruh rantai nilai termasuk program pemberdayaan perempuan dan kaum muda, akses yang lebih baik ke kesehatan bagi para ibu serta program pengembangan gizi dan anak terpadu.

Managing Director RGE, Anderson Tanoto mengatakan dalam beberapa tahun terakhir, pihaknya telah mencatat kemajuan nyata dalam mengedepankan keberlanjutan ke dalam strategi bisnis. pada pertemuan COP26 di Glasgow sangat jelas bahwa pertumbuhan bisnis dan berkelanjutan harus berjalan beriringan dan peluncuran APR 2030 selaras dengan semangat tersebut.

Tidak hanya itu, pihaknya melihat bahwa bisnis di seluruh asia semakin serius dalam menekan emisi yang dihasilkan dalam proses operasional dan rantai pasokan. perubahan mendasar sedang berlangsung seperti memastikan bahwa produksi harus memberdayakan masyarakat setempat.

Direktur APR, Basrie Kamba mengatakan sebagai bagian dari implementasi APR 2030, pihaknya akan merintis daur ulang limbah tekstil di Indonesia mulai dari pengumpulan, pemilihan dan logistik yang diperlukan hingga memastikan limbah tekstil berakhir di tempat pembuangan terakhir.

"Kami akan bermitra dengan produsen benang, kain, garmen serta pelaku industri fashion untuk memanfaatkan sisa tekstil yang dapat didaur ulang," ujar dia dalam siaran persnya yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Kamis (25/11).

APR akan memangkas jejak karbon sebesar 50% per ton serat viscose serta meningkatkan porsi energi bersih dan terbarukan untuk kebutuhan pabrik hingga 10%, APR juga berkomitmen untuk mendorong percepatan produksi sirkular dalam industri tekstil, sebagai produsen yang menargetkan 20% dari total hasil produksinya terbuat dari bahan daur ulang, pihaknya akan berkolaborasi dengan  mitra industri. RGE selaku perusahaan induk APR telah mengumumkan investasi sebesar US$ 200 juta melalui kemitraan dan inovasi teknologi untuk penggunaan tekstil daur ulang.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN