Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lumbung padi di Kasepuhan Ciptagelar tempat menyimpan gabah hasil panen.

Lumbung padi di Kasepuhan Ciptagelar tempat menyimpan gabah hasil panen.

Wow! Kasepuhan Ciptagelar Punya Stok Padi hingga 6 Tahun

Jumat, 14 Januari 2022 | 10:57 WIB
Herman

SUKABUMI,  investor.id  - Masyarakat hukum adat di Kasepuhan Ciptagelar yang berada di pedalaman Gunung Halimun-Salak dikenal sebagai masyarakat yang memegang teguh adat dan tradisi yang bersandar pada budaya pertanian, khususnya padi. Melalui pendekatan berbasis kearifan lokal, Kasepuhan Ciptagelar juga telah berhasil mewujudkan ketahanan pangan. Stok gabah yang dimiliki bahkan cukup untuk pasokan hingga 6 tahun.

Pemimpin Adat Kasepuhan Ciptagelar Abah Ugi menyampaikan, selama ini warga Kasepuhan Ciptagela tetap mempertahankan cara tradisional dalam menanam padi karena dinilai lebih efektif. Benih yang digunakan juga berberda-beda, sehingga membuat gabah yang disimpan di lumbung padi bisa bertahan lama hingga 20-50 tahun.

"Secara turun temurun kita diwarisi oleh leluhur untuk menanam padi secara tradisional. Kurang lebih ada sekitar 168 varietas padi yang disebar abah ke warga. Masing-masing padi itu diregenerasikan, jadi berbeda dari yang umum. Diperlakukannya juga secara alami dan tradisional tanpa bahan kimia, jadi kalau disimpan di lumbung padi bisa bertahan lama," kata Abah Ugi saat ditemui di Kasepuhan Ciptagelar, Jumat (14/1/2022).

Karena bibit yang digunakan berbeda, masa panen berlangsung lebih lama hingga 7 bulan. "Kalau di tempat lain itu 2-3 bulan sudah bisa panen, di sini harus nunggu 7 bulan dulu baru bisa panen. Ini yang membuat gabah yang dipanen lebih tahan lama," ungkap Abah Ugi.

Pola bertani masyarakat Kasepuhan Ciptageler juga berpatok pada rasi bintang. Bertani mengikuti tanda dan simbol langit lewat bintang Kerti dan Kidang. Dengan mengikuti pola ini, bertani padi tidak akan gagal panen karena cuaca atupun gagal karena serangan hama.

"Di sini stok gabah yang tersedia melimpah. Gabah yang disimpan di lumbung-lumbung padi cukup untuk memenuhi pasokan 5-6 tahun," ungkap Abah Ugi.

Secara administratif, saat ini Kasepuhan Ciptagelar berada di wilayah dusun Sukamulya, Dssa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Waga Kasepuhan Ciptagelar yang berjumlah sekitar 30.000 orang saat ini tersebar di 568 kampung. Berdasarkan catatan yang ada, Kasepuhan Ciptagelar mulai berdiri pada 1368 dan telah beberapa kali mengalami perubahan kepemimpinan yang dilakukan secara turun temurun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN