Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peletakan Batu Pertama Gudang Beku Berkapasitas 300 ton di Indramayu

Peletakan Batu Pertama Gudang Beku Berkapasitas 300 ton di Indramayu

Perkuat Hilirisasi Perikanan, KKP Bangun Gudang Beku Berkapasitas 300 Ton di Indramayu

Selasa, 25 Januari 2022 | 13:18 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA,investor.id -  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan komitmennya dalam penguatan di sisi hilir perikanan.
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Artati Widiarti mengatakan, salah satu kegiatan hilirisasi yang sangat penting diantaranya konsolidasi atau pengumpulan ikan hasil tangkapan atau hasil panen melalui pembangunan sarana penyimpanan seperti gudang beku ikan.

Terkait hal tersebut, pihaknya mengadakan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunaan gudang beku ikan berkapasitas 300 ton di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangsong Indramayu pada 24 Januari 2022.

Program penangkapan ikan terukur yang tengah dijalankan KKP akan berjalan lancar apabila didukung oleh kegiatan di sektor hilir yang mampu menjamin ketersediaan dan keterjangkauan ikan bagi masyarakat. Demikian juga dengan program perikanan budidaya yang diproyeksikan bisa memberikan potensi ekonomi yang besar dan menyerap tenaga kerja.

Adapun pembangunan gudang beku ikan ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan sarana penyimpanan di TPI Karangsong di mana sebelumnya hanya tersedia 1 gudang beku berkapasitas 140 ton. Selain itu, gudang beku bisa menampung hasil tangkapan nelayan Karangsong yang merupakan pelabuhan pendaratan ikan terbesar di Indramayu dengan volume produksi mencapai 20-30 ton per hari serta menjaga kualitas mutu hasil tangkapan ikan nelayan.

Tujuan lain adalah menjalankan fungsi penyedia stok (buffer stock) ikan antarmusim dan ia berharap pemerintah daerah mampu memanfaatkan sarana yang disediakan secara kondusif dan berkelanjutan.
“ Gudang beku diharapkan bisa menciptakan multiplier effect berupa penyerapan tenaga kerja dan peningkatan skala usaha nelayan hingga pengolah dan pemasar hasil perikanan,” ujar dia di Jakarta, Selasa (25/1).

Kebutuhan gudang beku di Kabupaten Indramayu sekitar 1.000 ton dan berharap pembangunan ini menjadi stimulus agar koperasi atau BUMD mampu membangun sendiri gudang beku untuk memenuhi kebutuhannya di Indramayu.

Pembangunan gudang beku (cold storage) 300 ton ini akan berlangsung selama 135 hari kalender melalui proses lelang secara terbuka dan melalui review Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP), Inspektorat Jenderal KKP, dalam pengawasan, KKP bekerja sama dengaan Kejaksaan Agung RI.

Ia mengingatkan agar semua pihak yang terkait langsung dalam pembangunan gudang beku ini baik kontraktor pelaksana serta konsultan pengawas dan perencana dapat bekerja secara profesional.

Bupati Indramayu Nina Agustina mengatakan, keberadaan gudang beku sangat penting bagi Kabupaten Indramayu, dengan adanya pembangunan gudang beku bantuan KKP ini bisa menjadi solusi permasalahan akses pemasaran ikan hasil tangkapan nelayan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menetapkan tiga program prioritas yang menjadi terobosan KKP yaitu penerapan kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota di setiap Wilayah Pengelolaan Perikanan untuk keberlanjutan ekologi, Pengembangan perikanan budidaya berorientasi ekspor dengan komoditas unggulan di pasar global seperti udang, lobster,kepiting dan rumput laut dan yang terakhir pembangunan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal. 
 

Editor : Ridho (dhomotivated@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN