Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pabrik pupuk PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk

Pabrik pupuk PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk

Semester I/2022, Penjualan Saraswanti Melejit 103%

Senin, 1 Agustus 2022 | 08:11 WIB
Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Jakarta, Investor.id- Penjualan produsen pupuk, PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (Saraswanti) melejit 103% pada semester I/2022 dibandingkan periode sama setahun sebelumnya.

Di sisi lain, emiten berkode saham SAMF ini menorehkan lonjakan laba sebelum pajak sebesar 152%.

Advertisement

“Kami bersyukur kinerja semester pertama 2022 sangat baik karena permintaan pasar untuk pupuk NPK khususnya dari kalangan perkebunan sawit masih sangat tinggi,” ujar Direktur Utama PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk Yahya Taufik dalam keterangan tertulis, Senin (1/8/2022).

Dia menjelaskan, akhir Juni 2021, penjualan Saraswanti Rp 711,88 miliar, sedangkan periode sama tahun ini sebesar Rp 1,45 trilliun.

“Peningkatan penjualan tidak saja didukung oleh adanya kenaikan harga, tapi juga karena naiknya volume pupuk yang terjual,” ujarnya.

Yahya mengatakan, selain karena permintaan yang masih tinggi, kebijakan pemerintah juga ikut menambah positif iklim industri pupuk. Misalnya, kebijakan pemerintah menghapuskan pajak ekspor (PE) CPO sampai 31 Agustus 2022. Hal ini tentunya akan mendongkrak harga CPO dalam negeri yang berimbas pada kemampuan belanja pupuk untuk meningkatkan produktivitas sawit.

“Kami optimistis hingga akhir tahun bisnis pupuk di Indonesia masih potensial,” tutur dia.

Yahya menerangkan, permintaan pupuk terus meningkat, bahkan, Saraswanti sudah mengantongi pesanan hingga Oktober 2022.

Karena itu, tambahnya, manajemen Saraswanti merevisi target penjualan tahun 2022. “Kami melakukan peningkatan proyeksi penjualan tahun 2022, awalnya Rp 2,4 triliun menjadi Rp 2,88 triliun,” ujar Yahya.

Dia menambahkan, dari sisi bahan baku, Saraswanti mampu mengamankan diri hingga akhir tahun.

Sementara itu, per akhir Juni 2022, laba sebelum pajak Saraswanti melonjak 152% menjadi Rp 174,69 miliar dibandingkan torehan enam bulan pertama 2021 yang sebesar Rp 69,31 miliar.

Di sisi lain, perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan distribusi pupuk NPK ini mencatatkan aset sebesar Rp 2,46 triliun dengan liabilitas Rp 1,54 triliun, serta ekuitas sebesar Rp 918 miliar.

Editor : Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN