Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dalam panen perdana yang digelar di Kecamatan Sukolilo, Madiun Senin (4/11) lalu, terbukti penggunaan Pupuk Mahkota mampu meningkatkan produksi sekitar 11-20% per ha.

Dalam panen perdana yang digelar di Kecamatan Sukolilo, Madiun Senin (4/11) lalu, terbukti penggunaan Pupuk Mahkota mampu meningkatkan produksi sekitar 11-20% per ha.

Wilmar Padi Targetkan Kemitraan 1.000 Hektar Lahan Padi di Luar Jawa

Senin, 1 Agustus 2022 | 07:11 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA,investor.id- PT Wilmar Padi Indonesia menargetkan tahun depan akan memulai kemitraan dengan petani padi di Medan, Kuala Tanjung, Sumatra Utara, dan Palembang dengan total luas 1.000 hektare (ha).

Rice Business Head PT Wilmar Padi Indonesia, Saronto, mengatakan, melalui program kemitraan tersebut, pihaknya akan memberi pendampingan dalam teknik penanaman yang tepat, pengaplikasian sarana produksi pertanian, dan teknik pemanenan yang baik. 

Advertisement

“Kami ingin menunjukkan ke petani dengan pengelolaan lahan yang baik, mereka akan memperoleh hasil yang lebih tinggi,” kata Saronto kepada Investor Daily, di Jakarta, Senin (1/8).

Untuk memudahkan kordinasi, program kerjasama tersebut dilakukan melalui gabungan kelompok tani (gapoktan) dan bertujuan agar ada tanggung jawab yang jelas. Perusahaan akan mensurvei calon mitra untuk memastikan kondisi lahan, seperti bebas banjir dan hama maupun penyakit.  Hal ini penting karena akan mempengaruhi hasil panen.

PT Wilmar Padi Indonesia saat ini telah menjalin kemitraan dengan kelompok tani di Ngawi dengan lahan garapan seluas 1.000 ha dan di Mojokerto 500 ha. Program itu terbilang sukses karena petani antusias bermitra dengan perusahaan mengingat mereka memperoleh manfaat dari peningkatan produksi dan harga jual yang lebih tinggi. 

Dengan teknik budidaya sesuai pendampingan, petani memperoleh peningkatan rata-rata sebesar 15%. Sedangkan harga beli perusahaan saat ini mencapai Rp 5.000-5.200 per kilogram (kg).

Sebagai perusahaan yang bergerak di agribisnis, pihaknya memiliki visi berperan aktif ikut membangun dan memajukan pertanian di Indonesia, dengan fokus pada sinergi dan integrasi dalam memberdayakan petani secara berkelanjutan. 

Hal itu dilakukan melalui peningkatkan produktivitas hasil panen padi dengan pendekatan teknologi pemupukan yang berimbang, dan menyerap hasil panen petani secara langsung dengan harga yang bersaing.

Panen Raya yang dilaksanakan di areal kemitraan PT Wilmar Nabati Indonesia 26 Juli lalu itu dihadiri Bupati, Kapolres, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan jajaranan kepala dinas, serta anggota kelompok Tani Kabupaten Ngawi. Acara berjalan lancar dan diiringi tarian serta gamelan kelompok seni Ngawi.

Program kemitraan tersebut merupakan salah satu upaya mendukung program pemerintah swasembada pangan (beras). 

Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Jokowi bahwa pengembangan benih padi sangat penting dalam rangka meningkatkan produksi padi nasional, sehingga Indonesia sebagai negera besar mampu menguatkan sektor pangan agar terhindar dari kemungkinan adanya krisis pangan global.

Editor : Ridho (dhomotivated@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN