Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Ketua DPR RI Bidang Korinbang Rachmat Gobel mengajak Jepang untuk mengembangkan paradigma baru dalam menjalin hubungan diplomatik Indonesia-Jepang.
Sumber: Istimewa

Wakil Ketua DPR RI Bidang Korinbang Rachmat Gobel mengajak Jepang untuk mengembangkan paradigma baru dalam menjalin hubungan diplomatik Indonesia-Jepang. Sumber: Istimewa

Gobel: Saatnya Jepang Perkuat Investasi Pertanian dan SDM di Indonesia

Kamis, 4 Agustus 2022 | 06:35 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

TOKYO, investor.id – Wakil Ketua DPR RI Bidang Korinbang Rachmat Gobel mengajak Jepang untuk mengembangkan paradigma baru dalam menjalin hubungan diplomatik Indonesia-Jepang.

“Jika sebelum ini Jepang banyak berkontribusi di sektor industri dan tambang, maka di usia 65 tahun hubungan Indonesia-Jepang pada 2023 nanti harus lebih memperkuat sektor pertanian dan sumberdaya manusia. Saatnya memperkuat hubungan people to people,” katanya, Rabu (3/8/2022). 

Advertisement

Hal itu disampaikan saat delegasi DPR RI bertamu ke parlemen Jepang. Delegasi Indonesia dipimpin Gobel, yang didampingi Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Heri Akhmadi. Sedangkan anggota delegasi lainnya adalah ketua dan anggota Komisi IV, Sudin (PDIP) dan Alien Mus (Partai Golkar), anggota Komisi XI Kamrussamad (Partai Gerindra) dan Charles Meikyansyah (Partai Nasdem), serta anggota Komisi VI Subardi (Partai Nasdem) dan Abdul Hakim Bafagih (PAN).

Sedangkan anggota parlemen Jepang adalah Tatsuo Fukuda, Ohno Keitaro (merangkap wakil menteri urusan keamanan ekonomi dan manajemen kebencanaan), Taido Tanose, dan Takebe Arata (merangkap wakil menteri pertanian, kehutanan, dan perikanan). Tatsuo Fukuda adalah cucu Takeo Fukuda, mantan perdana menteri Jepang. Ayah Tatsuo juga mantan perdana menteri Jepang, yaitu Yasuo Fukuda. Yasuo adalah Presiden Asosiasi Persahabatan Jepang-Indonesia. Adapun Rachmat Gobel adalah ketua Asosiasi Persahabatan Indonesia-Jepang.

Baca juga: Gobel Pelajari Keunggulan Pertanian Hokota

Pada kesempatan itu, Gobel menceritakan kunjungannya ke Jepang, salah satunya ke kota Hokota, di prefektur Ibaraki. Hokota adalah pemasok utama sayuran dan produk holtikultura di Jepang. Produk unggulannya adalah melon ibaraki, strawberi, dan ubi jalar. Sekitar 60 tahun sebelumnya, Hokota adalah kota yang miskin dengan infrastruktur yang buruk. Namun kemudian mereka membangun sektor pertaniannya dan berhasil mengangkat kehidupan ekonomi masyarakat dan memajukan kota Hokota.

“Kami datang untuk belajar. Kami juga menengok warga Indonesia yang sedang magang di Hokota. Ada 543 warga Indonesia,” katanya.

Gobel mengatakan pertanian adalah sektor yang makin strategis di masa kini. “Ada situasi geopolitik global dan ada masalah climate change. Ini berdampak pada krisis pangan dunia. Jadi kita harus bekerja sama untuk menghadapi situasi ini,” katanya.

Fukuda menerangkan, saat ini susah memberikan penilaian terhadap situasi global. “Susah menilai apa yang benar dan apa yang baik. Karena itu, dalam situasi seperti ini yang paling penting dan yang paling utama adalah siapa yang bisa dipercaya. Dalam situasi ini kita akan lebih aman memilih keluarga atau sahabat,” katanya.

Baca juga: Gobel Ajak Pengusaha Jepang Investasi Carbon Credit di Indonesia

Menurutnya, dalam hubungan antar negara yang dicari adalah keuntungan bersama untuk tumbuh bersama. “Bukan hanya menguntungkan satu pihak. Yang utama adalah apa manfaatnya buat masyarakat. Inilah yang harus kita bangun bersama antara Indonesia dan Jepang,” katanya.

Menurut Fukuda, jika dalam satu keluarga ada keributan maka bisa lebih mudah diselesaikan. “Karena tetap saja kita satu keluarga. Jadi bukan soal argumentasi, tapi bagaimana agar bisa menghasilkan sesuatu yang bagus,” katanya.

Momentum 65 tahun hubungan Indonesia-Jepang tersebut, kata Gobel, harus duwujudkan secara konkret melalui sektor pertanian dan sumberdaya manusia. “Keduanya memiliki dampak langsung terhadap masyarakat,” katanya.

Menurutnya, Jepang memiliki keunggulan dalam hal teknologi, pendanaan, dan pengalaman. Sedangkan Indonesia, katanya, memiliki lahan yang luas, iklim yang bersahabat, tanah yang subur, dan jumlah penduduk yang banyak. “Jadi kedua bangsa dan kedua negara memiliki keunggulan masing-masing dan saling menguatkan serta saling mengisi,” katanya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN