Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Area Konservasi Multi Fungsi Sebagai Wujud Nyata Program Keberlanjutan TAPG

Area Konservasi Multi Fungsi Sebagai Wujud Nyata Program Keberlanjutan TAPG

Area Konservasi Multi Fungsi Sebagai Wujud Nyata Program Keberlanjutan TAPG

Kamis, 4 Agustus 2022 | 08:16 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA,investor.id- Sebagai kelanjutan perjalanan keberlanjutan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), salah satu Perusahaan Anak TAPG, PT Anugerah Agung Prima Abadi (AAPA) menerima kunjungan dari The Nature Conservancy (TNC) di Area Konservasi Multi Fungsi Hutan Mayong Merapun.

Hutan Mayong Merapun merupakan salah satu Areal Bernilai Konservasi Tinggi yang dikelola oleh AAPA di Desa Merapun, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

“Kami sangat senang dengan kunjungan dari TNC untuk melihat kondisi perkebunan dan juga hutan konservasi. Dengan ini, Perseroan dapat menunjukkan komitmennya dalam pelestarian keanekaragaman hayati,” ujar Presiden Direktur TAPG, Tjandra Karya Hermanto dalam siaran persnya yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Kamis (4/8).

Advertisement

Direktur Utama AAPA, Joko Minto Cahyono menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk menerapkan No Deforestation, No Peat and No Exploitation (NDPE) dalam rantai pasok, memberikan perlindungan pada alam dan juga perubahan iklim. Oleh karena itu, Hutan Mayong Merapun menjadi model/ contoh dalam pengelolaan Kawasan Biodiversity dan juga area konservasi.

"Tidak hanya sebagai areal konservasi flora dan fauna, Hutan Mayong Merapun juga difungsikan sebagai kawasan penelitian dan pendidikan keanekaragaman hayati dan kawasan yang menjadi habitat pelestarian spesies satwa liar,” ucap Joko.

Perseroan bersama dengan pakar ahli Ekosistem dari Ecology and Conservation for Tropical Studies ( Ecositrop) telah melakukan kajian ilmiah mendalam di 2018 dalam hal membentuk dan mendesain Hutan Mayong Merapun seluas sekitar 600 hektar.

Hasil kajian tersebut telah menjadikan Kawasan yang kaya nilai Biodiversity dan memiliki fungsi dan manfaat yang beragam.

Scientific Director Ecositrop, Yaya Rayadin menjelaskan dengan kedatangan para tamu mancanegara yang juga praktisi konservasi di Hutan Mayong Merapun, maka semakin memberikan keyakinan dan semangat kepada mereka semua, bahwa sebenarnya tindakan konservasi harus merupakan tindakan aksi di lapangan yang dilakukan melalui kolaborasi oleh para pihak, yaitu masyarakat perusahaan, akademisi, non-governmental organization dan praktisi lingkungan.

Saat ini, pihaknya pada takaran konsep, sudah banyak membangun model konservasi, namun pada takaran implementasi di lapangan tidak banyak model yang dapat dijadikan contoh.

"Untuk kedepannya, saya berharap Hutan Mayong Merapun tidak hanya sebagai konservasi Biodiversity, tetapi juga untuk pengembangan edukasi konservasi yang kemudian bisa direplikasi di konsesi lain,” terangnya.

Hadir pada kunjungan dari perwakilan TNC adalah Global Head, Policy and Government Relations Ambassador Darci Vetter, Director Global Agriculture David Clearly, Global Managing Director Tackle Climate Change Leonardo Lacerda, Deputy Director Protect Oceans Lands Sara Mascola, Senior Lead Scientist and Director of Conservation Edward Game, Conservation Partnership Director Laura Whitford, Zero Conversion Commodities Strategy Scientist Leandro Baumgarten, Strategic Advisor Ian Mclntosh, beberapa perwakilan dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) yaitu Director of Indonesia Terrestrial Program Ruslandi, Senior Manager for Provincial Governance Niel Makinuddin, dan juga Direktur TAPG George Oetomo.

Sebelumnya, atas kegiatan pengelolaan area konservasi yang dilakukan, Hutan Mayong Merapun menerima penghargaan Areal Nilai Konservasi Tinggi (ANKT) Award tahun 2022 dari Dinas Perkebunan Kabupaten Berau pada tanggal 21 Maret 2022 di Hotel Bumi Segah, Berau, Kalimantan Timur. Penghargaan ini diberikan karena Hutan Mayong Merapun dinilai dapat memberikan nilai manfaat dalam menjaga kelestarian flora dan fauna yang dilindungi.

Selain itu, Hutan Mayong Merapun juga dinominasikan sebagai salah satu Taman KEHATI (keanekaragaman Hayati) terbaik oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Penghargaan Hari Konservasi Alam Nasional pada Juli 2021. Sebagai komitmen untuk menjadi perusahaan hijau yang dapat berkontribusi pada lingkungan, sosial dan ekonomi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka TAPG telah meluncurkan “New Journey of TAPG Sustainability” pada 21 Juli 2022 di Ballroom Hotel JS Luwansa Jakarta.

 

Editor : Ridho (dhomotivated@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN