Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sorgum. (Foto: Antara)

Sorgum. (Foto: Antara)

Presiden Jokowi Instruksikan Menko Perekonomian Siapkan Roadmap Peningkatan Produksi Sorgum

Kamis, 4 Agustus 2022 | 18:02 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mempersiapkan peta jalan (roadmap) untuk meningkatkan produksi sorgum sebagai substitusi gandum.

Jokowi meminta agar roadmap produksi sorgum dipersiapkan secara matang, sehingga Indonesia memiliki substitusi dan diversifikasi produk tersebut. Selain sorgum, Indonesia juga memiliki komoditas lainnya yang dapat dijadikan sebagai substitusi gandum, yaitu sagu dan singkong.

“Kementerian Perekonomian akan mempersiapkan roadmap-nya. Sekaligus juga perlu dipersiapkan oleh Kementerian BUMN dan Kementerian ESDM untuk kesiapan pengembangan bioetanol,” kata Airlangga, usai rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Baca juga: Pemerintah Pastikan Penanaman Sorgum Dilakukan Maksimal

Airlangga mengatakan, Presiden Jokowi juga secara khusus memerintahkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk menyiapkan alsintan (alat mesin pertanian) dan ternak sehingga ekosistem sorgum bisa terbentuk di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pemerintah, lanjutnya, akan terus mendorong peningkatan kapasitas produksi, luas lahan, kontinuitas produk, dan mendapatkan offtaker atau penjamin komoditas hasil pertanian.

“Salah satu offtaker yang dipertimbangkan pemerintah adalah industri pakan ternak. Industri pakan ternak bahan bakunya adalah 50% jagung dan 50% protein lain. Tentu, dari protein lain ini, salah satunya sorgum bisa dipertimbangkan dijadikan offtake untuk pakan ternak,” jelas dia.

Baca juga: Moeldoko Promosikan Sorgum Jadi Alternatif Pangan

Disebutkan, pada tahun ini pemerintah menargetkan penanaman sorgum di atas lahan seluas 15 ribu hektare (ha), dengan penambahan lahan mencapai 100 ribu ha.

Hingga bulan Juni 2022, lanjut Airlangga, luas penanaman sorgum telah mencapai 4.355 ha yang tersebar di enam provinsi, di antaranya Provinsi NTT, Sumatera Selatan, Lampung, dan Jawa Tengah.

“Total produksi lahan ini adalah sebanyak 15.243 ton dengan produktivitas mencapai 3,6 ton per hektare,” jelas Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan, Presiden Jokowi juga memerintahkan agar Provinsi NTT dijadikan sebagai pilot project dan prioritas utama peningkatan produksi sorgum. Pada tahun 2023, pemerintah telah menyiapkan lahan seluas 115 ribu ha dan pada 2024 mendatang akan disiapkan lahan seluas 154 ribu ha.

Baca juga: Pemerintah Perkuat Kebijakan Pangan untuk Antisipasi Inflasi

Sebagai pilot project, pemerintah akan mengintegrasikan area penanaman sorgum dengan peternakan sapi, sehingga batang pohon sorgum dapat digunakan sebagai pakan ternak dan diolah menjadi bio etanol.

“Tentu, luas tersebut akan terus dipersiapkan oleh Kementerian Pertanian serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dari segi sorgum itu sendiri, harganya Rp 3.500 per kg. Dengan produksi sebesar 4 ton per hektare, itu menghasilkan sekitar Rp 12,5 juta dimana biaya produksinya adalah Rp 8,4juta,” kata Airlangga.

Menurut dia, nilai jual sorgum akan meningkat apabila diolah menjadi biji kering soso. Harganya dapat mencapai Rp 9,2 juta per ha atau Rp 15 ribu per kg. “Dan, itu memberikan keuntungan sebesar Rp 28 juta per panen,” ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN