Menu
Sign in
@ Contact
Search
Budi Waseso

Budi Waseso

Janji 500.000 Ton Beras Tak Kunjung Terealisasi, Budi Waseso: Urusan Perut Rakyat Jangan Dijadikan Permainan

Kamis, 24 November 2022 | 19:17 WIB
Syukri Rahmatullah (redaksi@investor.id)

Jakarta, Investor.id - Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Komjen Pol (Purn) Budi Waseso yang akrab disapa Buwas geram dengan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Ir Suwandi, yang dianggap ingkar janji terkait 500.000 ton beras untuk diserap Bulog. Beras sebanyak itu sedianya untuk mengamankan cadangan beras pemerintah (CBP) yang mulai menipis menjadi 597.919 ton. Jika tidak ada serapan beras, diprediksi CBP menurun hingga 399.550 ton pada Desember 2022.

“Faktanya sampai saat ini tidak ada realisasi. Jangan main-main dengan urusan perut rakyat!” kata Budi Waseso di Jakarta, Kamis (24/11/2022).

Buwas mengungkapkan, dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) pada awal November lalu, dirinya diperintahkan untuk menyerap 1 juta ton beras untuk memenuhi target CBP pada akhir tahun. Langkah ini untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan di akhir tahun sehubungan aktivitas masyarakat yang cukup besar, yaitu Natal dan Tahun Baru 2023.

Skenario Impor Beras 500 Ribu Ton, Bulog: Itu Bentuk Persiapan

Untuk memenuhi serapan tersebut, Kementan menjanjikan 500.000 ton produksi beras dalam negeri, sedangkan sisanya dari pengadaan luar negeri. Pengadaan beras dari luar negeri merupakan alternatif jika produksi di dalam negeri tidak mencukupi serapan yang ditargetkan.

Buwas mengungkapkan saat itu yang menjanjikan 500.000 ton beras adalah Dirjen Tanaman Pangan Kementan Suwandi.

Mantan Kabareskrim Mabes Polri ini mengaku heran masih ada pihak-pihak yang berani bermain-main dengan data terkait pangan. “Jangan sampai ini dijadikan permainan. Ini urusan perut rakyat,” tegasnya.

Buwas menambahkan, saat ini memang terjadi penurunan produksi beras di lapangan akibat kondisi cuaca. Pihaknya mengaku telah memerintahkan direksi Bulog turun ke lapangan untuk mengecek pedagang beras terbesar di sejumlah wilayah. “Tetapi memang mereka tidak memiliki barang (beras, Red),” ujarnya.

Sampai saat ini, mantan kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) ini mengaku masih menunggu realisasi dari dirjen Kementan tersebut. Namun demikian, pihaknya tetap menyiapkan rencana impor beras sesegera mungkin sebagaimana diperintahkan dalam rakortas untuk mengamankan CBP akhir tahun.

“Kita akan tetap jalan (impor, Red), karena waktu terus berjalan,” katanya.

Editor : Aditya L Djono (adityalaksmanayudha@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com