Menu
Sign in
@ Contact
Search
ilustrasi Industri Kelapa
Sumber: Istimewa

ilustrasi Industri Kelapa Sumber: Istimewa

Kelapa Genjah Batang Diproyeksi Hasilkan 182 Butir per Tahun

Sabtu, 21 Jan 2023 | 17:20 WIB
Fajar Widhiyanto (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong Kabupaten Batang, Jawa Tengah menjadi salah satu sentra kelapa segar yang memiliki kualitas terbaik dunia. Terlebih, Kabupaten Batang sendiri merupakan daerah pariwisata berbasis pantai. Oleh karena itu, ia ingin 'Nyiur Melambai' menjadi pemandangan yang bisa dinikmati banyak orang.

"Saya ingin mengembalikan Indonesia sebagai negara nyiur melambai dan itu berarti kita semua harus kerjasama. Termasuk peningkatan produksi kelapa segar di Kabupaten Batang," ujar Syahrul saat meninjau tanam kelapa genjah klaster berbasis pariwisata di sepanjang Desa Sigandu-Ujungnegoro, Jumat, 20 Januari 2023.

Menurut Syahrul, produksi kelapa sangat menguntungkan mengingat dari mulai buah, batang, akar sampai serabut bisa menghasilkan ekonomi yang cukup tinggi. Karena itu, Syahrul menyatakan keinginannya agar  kelapa Batang bisa berbuah hingga 180 butir per tahun sehingga mampu memenuhi kebutuhan lokal dan nasional.

"Dan di depan mata kita ini Tuhan telah memberikan yang luar biasa untuk orang Indonesia. Bayangkan kalau kelapa ini tumbuh, mulai dari akar sampai daunnya semua menghasilkan. Buahnya menghasilkan sampai dengan batok-batoknya dan ini bermanfaat banget. Saya akan buat hari ini, lebih dari 20 juta dan kelapa yang harus tumbuh di sini adalah kelapa yang hasilnya satu di pohon itu 182 butir dalam satu tahun. Artinya harus dijaga, paling tidak bisa menjadi minyak kelapa dan santan," jelasnya.

Advertisement

Perlu diketahui, pengembangan Kelapa Genjah Klaster Pariwisata Jawa Tengah memiliki luas areal 209 ribu hektare (ha). Untuk Kabupaten Batang sendiri, luasnya mencapai 1.379 ha dan yang saat ini menjadi pengembangan kelapa genjah seluas 200 ha atau setara 21.900 batang.

Adapun untuk area perkebunan kelapa di Pantai Sigandu-Ujungnegoro mencapai 10 ha dengan produksi mencapai 1.100 batang. Sedangkan untuk minuman segar mencapai 300 butir per hari atau 110.000 butir per tahun dengan jumlah petani sebanyak 120 dan pendapatan 500 juta per tahun.

Syahrul berharap, masyarakat juga ikut berkontribusi dengan melakukan penanaman di setiap rumahnya masing-masing. Hal ini seperti yang sudah dilakukan di wilayah Solo Raya.

"Jadi yang punya lahan dan yang punya uang jangan mau dibagi, kalo perlu buat sendiri. Bayangkan kalo satu rumah punya empat kelapa, dua kelapa hidup lah itu. Projeknya di Solo Raya sudah," katanya.


 

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com