Menu
Sign in
@ Contact
Search

Industri Tahu-Tempe Masih Andalkan Kedelai Impor

Selasa, 8 Jul 2014 | 06:48 WIB

JAKARTA – Gabungan Koperasi Perajin Tahu dan Tempe Indonesia (Gakoptindo) meminta pemerintah untuk merealisasikan janjinya dengan memproduksi 1 juta ton kedelai tahun ini. Saat ini, industri tahu-tempe di Tanah Air mengonsumsi sekitar 2 juta ton kedelai dan sebanyak 80% di antaranya mengandalkan impor.

Kondisi itu sangat ironis mengingat omzet industri tersebut terus meningkat, tahun ini misalnya naik 10% menjadi Rp 20 triliun. Ketua II Gakoptindo Sutaryo mengungkapkan, omzet industri tahutempe tahun ini diprediksi mencapai Rp 20 triliun atau naik 5-10% dari tahun lalu. Namun, potensi pasar yang demikian besar belum didukung ketahanan pangan dalam negeri karena 80% kedelai sebagai bahan baku industri tahu-tempe masih impor.

Peningkatan omzet industri tersebut sejalan dengan ipertumbuhan jumlah penduduk. Meski skala industrinya kecil-menengah, industri tahu-tempe yang tersebar di seluruh Indonesia mampu menyerap tenaga kerja yang cukup signifikan.

"Skala industri ini sangat besar karena pertumbuhannya terus mengikuti pertambahan jumlah penduduk. Tapi sayang, bahan baku industri tahu-tempe berupa kedelai sebanyak 80% masih impor. Karena itu, produksi kedelai 1 juta ton yang dicanangkan pemerintah hendaknya jangan hanya catatan di atas kertas,” kata Sutaryo di Jakarta, Senin (7/7).

Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di https://subscribe.investor.id

Editor : Juang N Hutagalung (juang.natigor@investor.co.id)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com