Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Asosiasi Upayakan Pangsa Pasar Bagi Petani Tembakau

Sabtu, 7 Februari 2015 | 14:57 WIB
ah (redaksi@investor.id)

SEMARANG- Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Jawa Tengah mengupayakan pangsa pasar bagi petani tembakau yang hingga saat ini masih kesulitan menjual hasil panen komoditas tersebut.

"Dengan kepengurusan APTI yang baru ini salah satu program utama kami adalah melancarkan komunikasi antara pabrikan atau perusahaan pengolah tembakau dengan para petani," kata Ketua APTI Jateng Trianto di Semarang, Jumat.

Menurutnya, masih banyak petani yang belum bisa menjual hasil panen tembakau secara baik karena tidak terlibat pada kemitraan pabrikan. Bahkan, di beberapa daerah hanya petani yang memiliki kerja sama dengan pabrikan yang berani menanam tembakau.

"Selebihnya yang tidak punya hubungan kemitraan tidak berani menanam karena takut hasil panen tidak terserap oleh pasar, padahal hingga saat ini kita masih mengimpor tembakau," katanya.

Mengenai kondisi tersebut, pihaknya berharap agar Pemerintah memberikan fasilitas salah satunya pelatihan kepada para petani agar mampu menghasilkan tanaman tembakau yang berkualitas. Selain itu, dari segi pengolahan para petani juga harus diberikan pelatihan yang cukup salah satunya mengenai teknik rajangan tembakau agar sesuai dengan standar pabrikan.

"Memang kalau untuk rokok kretek, hasil rajangan tembakau tidak terlalu diperhatikan. Sedangkan kalau filter, hasil rajangan sangat diperhatikan, salah satunya ciri khasnya hasil rajangan tembakau tersebut harus lembut," katanya.

Padahal, tren yang terjadi adalah semakin banyak perokok yang lebih memilih rokok filter dibandingkan rokok kretek. Dengan demikian, penyerapan rokok kretek di pasaran semakin rendah.

Sementara itu, pihaknya mengakui komunikasi antara pabrikan dengan petani memang belum berjalan baik karena kevakuman pengurus APTI sejak lima tahun lalu.

"Kondisi ini berdampak pada tidak sesuainya kualitas yang diinginkan oleh pabrikan dengan yang sudah dihasilkan oleh para petani," katanya.

Pihaknya mengakui, saat ini kondisi petani tembakau masih dalam posisi tawar rendah. Oleh karena itu, dengan terbentuknya kepengurusan yang baru pihaknya berharap kelembagaan petani tembakau yang kuat bisa terwujud.

"Dengan menghasilkan tembakau yang semakin berkualitas maka petani memiliki peran yang besar dalam pertumbuhan ekonomi di suatu daerah," katanya.(ant/hrb)




Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN