Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Beras Bulog. Foto  IST

Beras Bulog. Foto IST

Bulog Pastikan Stok Beras Cukup untuk Lebaran

TL, Senin, 27 Mei 2019 | 13:12 WIB

SERANG- Perum Bulog memastikan stok beras secara nasional menjelang Lebaran sudah sangat mencukupi. Stok beras secara nasional saat ini mencapai lebih dari 2,20 juta ton. "Bulog siap dalam menghadapi Puasa dan Lebaran nanti, kami merasa stok beras sudah sangat mencukupi," ujar Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Arjun Ansol Siregar di Serang, Banten, kemarin.

Arjun menjelaskan, stok beras yang dikuasai bulog itu lebih dari 2,20 juta ton dan ini tersebar merata di gudang-gudang seluruh Indonesia. Selain beras, Bulog juga menguasai beberapa komoditas lainnya seperti gula, minyak goreng, terigu dan daging sapi. "Dalam persiapan menghadapi Lebaran, juga yang berjalan pada Puasa ini, Bulog tentunya sudah menyiapkan stok cukup yang berkaitan dengan komoditas-komoditas yang dikelola," ujar Arjun seperti dilansir Antara. Stok-stok komoditas yang dimiliki Bulog itu tersebar merata di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan, stok cadangan beras untuk kebutuhan pangan nasional terbilang aman dan mencukupi sampai delapan bulan ke depan. Menteri Amran merinci stok beras tersebut terdiri dari stok beras yang ada di gudang Bulog mencapai 2,2 juta ton ditambah dengan stok beras sebesar 8-9 juta ton beras tersebar di rumah tangga (produsen padi dan konsumen), pedagang, penggilingan, hotel dan restoran katering.

Stok beras juga berasal dari tanaman padi standing crop dengan total proyeksi 3,88 juta hektare (ha) dengan produktivitas 5,29 ton per ha. Artinya, ada 20 juta ton lebih gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 10 juta ton beras. Dari hasil perhitungan tersebut, Amran mengatakan bahwa total stok cadangan beras bisa mencapai 20 juta ton. Jika konsumsi beras masyarakat Indonesia 2,50 juta ton per bulan, stok tersebut mampu memenuhi hingga delapan bulan ke depan.

Terkait beras busuk, Direktur Utama Bulog periode 2009-2014 Soetarto Alimoeso menilai ada kelemahan pengawasan internal terkait penanganan beras di Gudang Bulog sehingga menyebabkan terjadinya kasus beras busuk. "Bisa saja kelemahannya itu di pengawasan internal, yang mulai dari bawah sampai ke SPI, Satuan Pengawas Internal," kata Sutarto.

Sutarto mengemukakan selama ini Bulog sudah memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas terkait penanganan stok beras. Salah satunya, melalui skema first in first out, sehingga beras yang lebih dulu masuk gudang, lebih dulu juga keluar gudang. Selain itu, data beras dari setiap gudang juga sebenarnya sudah bisa diakses secara online hingga ke pimpinan tertinggi. "Jadi tahu di gudang A ada berapa, gudang B ada berapa. Kekuatan gudang A berapa. Makanya, biasanya sebelum rusak dilakukan reproses," ujar mantan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian itu.

Menurut dia, reproses itu diperlukan bagi beras-beras yang sudah berusia enam bulan untuk mencegah beras menjadi busuk di gudang. Reproses juga mendesak, terutama pada beras lokal yang dibeli pada musim hujan, karena berumur lebih cepat, yaitu sekitar tiga bulan. Hal itu karena beras produksi pada musim hujan tidak mampu mengering sempurna akibat hanya dikeringkan di lantai jemur.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN