Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Franky O Widjaja. Foto: IST

Franky O Widjaja. Foto: IST

Covid-19 Momentum untuk Menggenjot Ekspor

Kamis, 19 November 2020 | 14:02 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com ) ,Novy Lumanauw (novy@investor.co.id) ,Tri Listiyarini

JAKARTA, investor.id -  Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Agribisnis, Pangan, dan Kehutanan, Franky Oesman Widjaja mengajak semua pihak menggunakan momentum pandemi Covid-19 sebagai peluang untuk meningkatkan ekspor dan menggantikan produk-produk pangan yang masih diimpor.

“Apabila itu sukses dilakukan, sektor pangan yang mempekerjakan lebih dari 55 juta orang berpotensi besar ikut berkontribusi mewujudkan the next 1 trillion dollars for Indonesia economy,” ujar dia dalam acara Jakarta Food Security Summit (JFSS) Ke-5 yang diselenggarakan Kadin Indonesia secara daring di Jakarta, Rabu (18/11).

JFSS digelar selama dua hari (18-19 November). Acara ini menghadirkan para menteri Kabinet Indonesia Bersatu dan pejabat kementerian terkait, para pengurus Kadin, pakar pertanian, pengamat ekonomi chief executive of ficer (CEO) sejumlah perusahaan, serta utusan Food and Agriculture Organization (FAO).

Presiden RI Joko Widodo, saat pembukaan acara Jakarta Food Security Summit (JFSS) Ke-5 secara daring di Jakarta, Rabu (18/11/2020). Foto: Investor Daily/David Gita Roza
Presiden RI Joko Widodo, saat pembukaan acara Jakarta Food Security Summit (JFSS) Ke-5 secara daring di Jakarta, Rabu (18/11/2020). Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Mengutip riset Dana Moneter Internasional (IMF), McKinsey, dan PricewaterhouseCoopers (PwC), Franky Widjaja mengatakan, dari sisi PDB, Indonesia bisa menduduki peringkat ke-7 dunia pada 2030 dari saat ini ke- 16. Jika sekarang pekerja yang terlibat di sektor pangan hanya 55 juta dari total 128 pekerja di seluruh Indonesia maka pada 2030 bakal menjadi 113 juta.

“Sektor pangan dan industri pengolahan bisa memanfaatkan momentum pandemi untuk meningkatkan produktivitas dan berkontribusi terhadap pertumbuhan PDB,” ujar dia.

Pertumbuhan PDB Tanaman Pangan Kuartalan
Pertumbuhan PDB Tanaman Pangan Kuartalan

Franky mengapresiasi pemerintah yang telah mengambil keputusan cepat dan tepat de ngan tidak menghentikan operasional sektor pangan saat pandemi Covid melanda Indonesia sejak Maret 2020.

Bersama Partnership for Indonesia’s Sustainable Agriculture (PISAgro), kata Franky, Kadin menerapkan skema Inclusive Closed Loop (ICL)  untuk membantu mengangkat sektor pangan nasional. Kadin berhasil mewujudkan target yang diberikan Presiden Jokowi pada JFSS ke-3 untuk memberikan pendampingan kepada 1 juta petani.

“Hasilnya, produktivitas petani naik 40-76% dan pendapatan naik 50-200%, tergantung komoditasnya,” tutur dia.

Program pendampingan petani oleh Kadin Indonesia
Program pendampingan petani oleh Kadin Indonesia

Dia menambahkan, Kadin bersama PISAgro siap melaksanakan arahan Presiden untuk meningkatkan pendampingan menjadi 2 juta petani pada 2023. Dalam skema ICL, petani mendapatkan pendampingan, mulai pelatihan, akses bibit unggul, pupuk yang tepat, praktik pertanian yang baik, hingga akses pendanaan. Juga mendapatkan jaminan pembelian hasil produksi oleh perusahaan yang memberikan pendampingan secara konsisten serta memberikan literasi keuangan dan pemanfaatan teknologi, sehingga petani benar-benar mendapatkan pembekalan dan pendampingan penuh.  (ark/az)

Baca juga

https://investor.id/business/jokowi-sektor-pangan-butuh-inovasi

https://investor.id/business/rosan-sektor-pangan-dapat-diandalkan-untuk-jaga-stabilitas

https://investor.id/business/sektor-pangan-mampu-kurangi-pengangguran

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN