Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Buruh Tani panen padi

Buruh Tani panen padi

Demi Ekspor Beras 500 Ribu Ton, SYL Terapkan Program Kostraling

Selasa, 14 Januari 2020 | 16:15 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, Investor.id - Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan ekspor beras sebanyak 500 ribu ton tahun ini. Untuk mencapai target itu, Kementan menerapkan program Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling) yang melibatkan usaha penggilingan di seluruh daerah di Indonesia.

“Pemasaran beras berorientasi ekspor merupakan program utama Kementan tahun ini, dengan target ekspor 500 ribu ton beras,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (14/1).

Menurut Mentan, dalam program Kostraling yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementan tidak bekerja sendiri. “Kami perlu melibatkan semua pihak, baik kementerian/lembaga (K/L) atau pemerintah maupun nonpemerintah,” ujar dia.

Mentan SYL menjelaskan, modernisasi pertanian dapat diwujudkan jika ekosistem pertaniannya tersambung dari hulu hingga hilir.

Melalui program Kostraling, Mentan mengajak para pelaku usaha penggilingan padi bekerja sama guna menyukseskan ekspor beras.

“Saya berharap seluruh pelaku usaha penggilingan padi bergabung dengan program Kostraling. Kami akan memberikan kesempatan kepada yang memang sudah siap dan punya integritas untuk membantu mewujudkan ekosistem pertanian,” tegas dia.

Mentan SYL mengungkapkan, salah satu faktor yang memengaruhi pencapaian kualitas beras adalah kadar air dan penanganan pascapanen.

“Program Kostraling merupakan bentuk tanggung jawab di bidang pangan. Program ini bisa menjadi kunci kesuksesan ekspor beras,” tutur dia.

Dorong Daya Saing

Tujuan program Kostraling, menurut SYL, tidak hanya menyediakan stok beras nasional, tetapi juga meningkatkan daya saing melalui peningkatan ekspor. “Bulan Januari kan kita mulai memasuki musim panen. Tentu harus terus dijaga produksinya agar menguntungkan petani,” tandas dia.

Agenda utama yang akan dijalankan dalam program Kostraling, kata Mentan, adalah quick wins, yaitu percepatan penyerapan padi dan gabah pada Maret

Dirjen Tanaman Pangan Kementan Suwandi menambahkan, industri penggilingan harus siap dan sanggup menyerap gabah petani serta memperbanyak gudang gudang penggilingan padi.

“Ada kerja sama dengan penggilingan padi untuk ekspor beras tahun ini. Kami akan menindaklanjutinya dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU),” ujar dia.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN