Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sawah Tadah Hujan

Sawah Tadah Hujan

Dukung Food Estate, Kamrussamad Sebut Program Ini Berpotensi Lahirkan Pengusaha Baru

Mashud, (Mashud Toarik)  Senin, 29 Juni 2020 | 16:09 WIB

JAKARTA, investor.id – Upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional sebagai prioritas dinilai tepat. Selain dapat memastikan ketersediaan pangan nasional program ini berpeluang menciptakan pengusaha baru di sektor agrobisnis.

Pandangan ini diungkapkan Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Kamrussamad. “Food estate di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah diharapkan menjadi faktor bagi generasi muda menjadi entrpreneur sektor agrobisnis, “ujar Politisi Gerindra tersebut, Senin (29/6/2020).

Kendati begitu, Kamrussamad menyarankan lokasi food estate dibuat di setiap  zona kepulauan seperti zona Sumatra ditempatkan di Bengkulu, zona Sulawesi ditempatkan Sulawesi Barat, zona Jawa Bali ditempatkan di NTB, zona Papua Maluku ditempatkan di Ternate.

“Jadi bukan hanya di Kalimantan Tengah. Sehingga menjadi faktor pendorong meningkatnya produksi pangan nasional serta menciptakan lapangan kerja Baru,” tandasnya.

Anggota Komisi XI DPR-RI, Kamrussamad saat RDP Komisi XI dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani.
Anggota Komisi XI DPR-RI, Kamrussamad saat RDP Komisi XI dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo menugaskan sejumlah menteri untuk membangun food estate di Kalimantan Tengah secara bersama. Para menteri tersebut terdiri dari Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat PUPR, Basuki Hadimuljono; dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir.

Sebelum memilih Kalteng, pemerintah menyiapkan dua daerah lainnya sebagai alternatif lainnya, yaitu Sumetera Selatan dan Merauke. Namun pemerintah akhirnya memilih bekas lahan gabut di Kalteng.

Terkait proyek yang rencananya akan menghasilkan padi sebagai komoditas utama tersebut, pemerintah mengaku menyiapkan dana Rp 6 triliun dalam tempo 3-4 tahun.

Tahap awal pemerintah akan membangun dan memperbaiki irigasi di sekitar lahan pertanian di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas, tahap selanjutnya menyediakan sarana dan prasarana produksi, terutama bibit, pupuk, obat-obatan, dan lainnya.

 

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN