Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki). Foto: gapki.id

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki). Foto: gapki.id

Ekspor Minyak Sawit Agustus 2,68 Juta Ton

Kamis, 15 Oktober 2020 | 06:33 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id  – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat volume ekspor produk minyak sawit dan turunannya pada Agustus 2020 sebesar 2,68 juta ton atau turun 14,25% dibandingkan Juli yang sebesar 3,13 juta ton.

Penurunan volume ekspor tersebut diduga karena pengaruh pandemic Covid-19 yang belum mereda dan naiknya harga minyak sawit di pasar internasional.

Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono menjelaskan, dari segi nilai, ekspor minyak sawit Agustus juga lebih rendah yakni sebesar US$ 1,67 miliar atau turun dari capaian Juli US$ 1,86 miliar.

Nilai ekspor tersebut tercapai pada harga rata-rata Agustus untuk minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) US$ 703 per ton CIF Rotterdam sedangkan harga pada Juli US$ 659 per ton.

“Kenaikan harga minyak sawit yang menyebabkan perbedaan harga dengan minyak nabati lain, terutama minyak kedelai, menjadi lebih kecil, membuat sebagian pengguna beralih ke minyak lain atau importir menunggu perubahan harga," kata Mukti.

Mukti Sardjono. Foot: IST
Mukti Sardjono. Foot: IST

Mukti menuturkan, ekspor minyak sawit ke India pada Agustus turun 200 ribu ton (36,40%) sedangkan ekspor ke Tiongkok turun 11 ribu ton (1,70%). Tapi jika dibandingkan periode tahun lalu (year on year/yoy), ekspor ke India 2020 naik 600 ribu ton dari 2019.

Sementara pada ekspor ke Tiongkok, terjadi penurunan signifikan hampir 2 juta ton. Penurunan ekspor yang besar lainnya adalah ke Timur tengah hampir 100 ribu ton (36,13%) yang secara yoy turun 11%.

“Ekspor ke Tiongkok sampai dengan Agustus (yoy) adalah 37% lebih rendah dari tahun lalu dan Tiongkok adalah Negara yang sudah pulih dari Covid- 19, sehingga ada peluang yang besar untuk mengejar ketertinggalan ekspor ke Tiongkok dari tahun lalu," kata Mukti.

Berdasarkan jenis  produknya, ekspor CPO turun sekitar 146 ribu ton, ekspor olahan CPO tu run 242 ribu ton, sedangkan ekspor oleokimia masih meng alami pertumbuhan sebesar 5.000 ton.

Secara kumulatif, ekspor produk minyak sawit Ind nesia periode Januari- Agustus 2020 sudah mencapai 21,31 juta ton.

Dalam keterangannya, Mukti juga mengatakan, produksi CPO dan turunannya mencapai 4,80 juta ton atau mening kat 13,74% pada Agustus 2020 dibandingkan bulan sebelumnya. Produksi CPO dan tu runannya pada Agustus ta hun ini juga tumbuh 2% dari Agustus 2019 sebesar 4,70 ju ta ton. Na mun demikian, se cara ku mu latif dari Januari-Agustus 2020, produksi tahun ini masih lebih rendah 6,70% dari periode sama tahun lalu.

“Peningkatan produksi terjadi selain karena mengikuti siklus musim, juga karena tanam an sudah menun jukkan pemulihan setelah pemupukan se mester-I 2020 kembali normal," kata Mukti.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN