Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Buah manggis. Foto ilustrasi: budidaya.com

Buah manggis. Foto ilustrasi: budidaya.com

Ekspor Produk Pertanian Lewat Soetta Rp 1,26 Triliun

TL, Rabu, 27 Februari 2019 | 23:22 WIB

TANGERANG – Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian (Barantan Kementan) melalui Karantina Pertanian Bandara Soekarno Hatta (Soetta) merilis data layanan sertifikasi kesehatan produk pertanian yang telah diekspor ke mancanegara sebanyak 2.254 kali senilai Rp 1,26 triliun sepanjang Januari-Februari 2019.

Ragam produk yang diekspor semakin banyak, seperti komoditas jengkol, daun jeruk purut, dan petai, tren jumlah dan tujuan negara juga menunjukkan peningkatan.

Kepala Barantan Kementan Ali Jamil menjelaskan, selama Januari-Februari 2019 produk pertanian yang diekspor melalui Bandara Soetta baik media pembawa karantina hewan dan karantina tumbuhan telah mendapatkan percepatan layanan. Sebagai salah satu tempat pengeluaran yang terbanyak baik dari sisi jumlah dan jenis maka penerapan percepatan layanan karantina baik berupa inline inspection maupun layanan prioritas harus diterapkan.

"Penguatan sistem perkarantinaan menjadi hal yang mutlak diterapkan guna mendorong percepatan ekspor,” kata Ali Jamil saat melepas ekspor 10 produk pertanian di Kargo Garuda, Cengkareng, Banten, Rabu (26/2).

Sementara itu, Kepala Karantina Per tanian Bandara Soetta Imam Djajadi memberikan data 10 produk pertanian yang dilepas ekspor pada Rabu (26/2) masing-masing adalahsarang burung walet sebanyak 623,50 kilogram (kg) senilai Rp 26,87 miliar, buah manggis 11,92 ton senilai Rp 487 juta, dan rambutan 5,60 ton senilai Rp 204 juta. Komoditas ekspor lainnya adalah telur tetas 4 ton senilai Rp 0,12 miliar, vaksin 137 kemasan Rp 1,60 miliar, reptil sebanyak 31.173 ekor senilai Rp 1,09 miliar.

Tiga komoditas pertanian yang mulai bertumbuh, emerging commodities, yakni petai 930 kg senilai Rp 52 juta, jengkol 610 kg senilai Rp 34 juta, dan ubi cilembu 1.920 kg senilai Rp 80 juta.

“Keseluruhan produk ekspor pertanian ini telah melewati proses karantina sesuai persyaratan negara tujuan ekspor, sehat, dan aman dilalulintaskan," ujar Imam.

Turut hadir pada pelepasan ekspor produk pertanian di Bandara Soetta tersebut adalah seluruh jajaran instansti terkait yang tergabung dalam Komunitas Bandara Soekarno Hatta (Kombata), dinas pertanian dan peternakan Provinsi Banten, dan para eksportir.

"Saya instruksikan kepada seluruh jajaran karantina pertanian untuk mengawal ekspor, pastikan produk pertanian kita sehat, aman, dan diterima di negara tujuan ekspor,” pungkas Jamil.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN