Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kebun sawit. Foto ilustrasi: Gora Kunjana

Kebun sawit. Foto ilustrasi: Gora Kunjana

FAO Bahas Data Pertanian se-Asia Pasifik di Bali

Ridho Syukra, Selasa, 11 Februari 2020 | 15:23 WIB

JAKARTA, investor.id - Badan Pangan dan Pertanian (FAO) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah membuka pertemuan Asia and Pacific Commission on Agricultural Statistics (APCAS) ke-28 di Bali, pada 10 Februari 2020. Acara tersebut berlangsung hingga 14 Februari 2020, dengan fokus pada kebutuhan dukungan data spesifik pangan dan pertanian se-Asia Pasifik.

Pertemuan ini juga meninjau kesiapan kawasan untuk menghasilkan statistik yang memadai, sekaligus untuk mendukung pencapaian target Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG) pada 2030. 

Komitmen tersebut juga sejalan dengan upaya Kementerian Pertanian yang menginginkan data pertanian satu dan tidak bercabang-cabang. "Kami telah membangun dan meluncurkan Agriculture War Room (AWR), untuk menuju satu data berbasis teknologi modern," kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), baru-baru ini.

Acara APCAS ke-28 ini dipandu oleh pemerintah Indonesia dan dihadiri 100 delegasi dari 30 negara dan 9 organisasi internasional dan regional, dengan 17 tujuan SDG, 169 target, dan 232 indikator. Pertemuan APCAS juga menyediakan platform bagi negara negara di Asia Pasifik untuk secara langsung terlibat dalam mengembangkan statistik pertanian dan saling bertukar informasi.

Kepala Statistik FAO Pietro Gennari mengatakan, komitmen negara yang lambat untuk mengukur SDG dan kinerja yang buruk untuk mencapai SDG sangat erat. Pihaknya ingin negara-negara saling bertukar pengalaman dan pencapaian.

“Kami ingin semua negara Asia Pasifik bekerja sama dan menemukan ide-ide untuk membangun pertanian,” ujar dia dalam keterangan resminya yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Selasa (11/2).

Data, Kunci Perbaikan
Pada kesempatan yang berbeda, Kepala BPS Suhariyanto mengatakan jika pertukaran pengetahuan dan pengalaman dilakukan, maka pertemuan APCAS ini akan menghasilkan data pertanian yang valid dan tidak membingungkan. Data ini merupakan kunci dan sumber untuk meningkatkan, memperbaiki, dan mempercepat perkembangan statistik pertanian. Tanpa didukung data yang baik, pertanian akan bergerak lambat.

"Melakukan kerja sama  antara FAO dan pemerintah baik. Ini termasuk kerja sama yang menghasilkan keputusan terbaik dan saya berharap pertemuan APCAS menghasilkan keputusan terbaik," paparnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo juga menegaskan, satu data pertanian yang lebih akurat merupakan kunci untuk berdaya saing. Upaya untuk memperbaiki data dilakukan dengan menggunakan teknologi satelit, meskipun tidak 100% benar, namun kesalahannya sangat kecil dan bisa lebih dicegah. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA