Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lahan yang dijadikan food estate di Kalteng. Foto: PUPR

Lahan yang dijadikan food estate di Kalteng. Foto: PUPR

Food Estate Dibangun dengan Teknologi Pertanian Modern

Minggu, 11 Oktober 2020 | 11:55 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Dalam rangka penyediaan tambahan stok pangan nasional dan untuk mengantisipasi dampak pandemi Covid-19, saat ini pemerintah melakukan upaya terobosan melalui pengembangan kawasan lumbung pangan (food estate) di Kalimantan Tengah.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pengembangan food estate di Kalteng ini akan dijadikan sebagai lahan percontohan dengan penerapan dan penggunaan teknologi pertanian modern.

Presiden Joko Widodo sudah datang dan meninjau food estate dan Presiden meminta agar food estate tersebut bisa menjadi lumbung pangan terbesar dan sebagai kekuatan pangan Indonesia. Jika terjadi krisis pangan, Indonesia tidak perlu khawatir lagi karena sudah mempunyai food estate.

Syahrul Yasin Limpo. Sumber: BSTV
Syahrul Yasin Limpo. Sumber: BSTV

Pengembangan food estate menggunakan model bisnis berbasis koperasi pertanian dimana nantinya akan dilakukan pengembangan lumbung pangan terintegrasi yang mencakup berbagai komoditas seperti tanaman pangan, perkebunan, hortikultura bahkan peternakan di suatu kawasan.

“Penerapan teknologi pertanian yang modern akan menjadikan food estate lebih berdaya saing berkualitas,” ujar dia di Jakarta, belum lama ini.
Di food estate, kelompok tani, gabungan kelompok tani akan menggarap lahan pertanian dan setiap lahan tidak akan disia siakan pasti akan ditanam sehingga tercipta rantai pasok yang saling menguntungkan.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Sarwo Edhy mengatakan pengembangan kawasan food estate Kalteng dilakukan dengan teknologi optimalisasi lahan rawa secara intensif untuk meningkatkan produk dan indeks pertanaman.

Pengembangan food estate dengan lahan percontohan seluas 30 ribu hektar yang akan digarap tahun ini dimana lahan seluas 10 ribu hektar berada di Kabupaten Pulang Pisau dan lahan seluas 20 ribu hektar berada di Kabupaten Kapuas.

Alat mesin pertanian pun sudah disediakan dengan total mencapai 1.232 unit yang terdiri dari traktor roda dua, traktor roda 4 dan transplanter selain itu teknologi drone juga dihadirkan untuk menanam dengan sistem tabur.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN