Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nelayan Indonesia. Foto ilustrasi: kkp.go.id

Nelayan Indonesia. Foto ilustrasi: kkp.go.id

Freeport Berdayakan Nelayan di Mimika

GR, Sabtu, 23 Februari 2019 | 12:18 WIB

JAKARTA- PT Freeport Indonesia melaksanakan berbagai program untuk memberdayakan nelayan suku Kamoro dan nelayan dari suku lain di pesisir Kabupaten Mimika melalui program pengembangan komunitas.

"Potensi perikanan di pesisir Kabupaten Mimika cukup tinggi, namun belum termanfaatkan secara penuh akibat kendala akses transportasi dan pasar, sarana produksi, dan rendahnya kapasitas tangkap," kata Manajer Community Economic Development PT Freeport Indonesia, Yohanes Bewahan, dalam siaran pers yang diterima Antara, di Jakarta, Sabtu.

Hal itulah, lanjut dia, yang menjadi alasan pihaknya melakukan program pendampingan terhadap para nelayan yang ada di pesisir pantai Kabupaten Mimika.

Dalam melaksanakan program tersebut Freeport berkolaborasi dengan Koperasi Maria Bintang Laut (KMBL) yang bernaung di bawah Keuskupan Mimika dan Dinas Perikanan Kabupaten Mimika.

Menurut dia, kolaborasi dalam memberdayakan nelayan dan penguatan industri perikanan di Kabupaten Mimika ini dilakukan secara terstruktur sejak tahun 2005. Sejumlah program yang dilaksanakan mencakup perikanan tangkap serta perikanan budi daya.

Untuk perikanan tangkap, beberapa program yang dilaksanakan meliputi pelatihan pengolahan ikan hasil tangkap sebagai bahan pangan, pelatihan perbaikan motor tempel, pelatihan pembuatan perahu nelayan menggunakan bahan fiberglass, pelatihan perbaikan jaring, serta bantuan alat tangkap nelayan.

Sementara untuk perikanan budi daya, beberapa program dilaksanakan di antaranya mencakup pelatihan budi daya ikan air tawar serta pelatihan budi daya kepiting bakau.

Yohanes mengatakan dukungan yang diberikan Freeport bersifat menyeluruh, mulai dari pelatihan, bantuan alat tangkap dan sarana pendukung lainnya, hingga hal lain yang terkait dengan jaminan pasar. Juga dilakukan pelatihan perbaikan motor tempel untuk kapal-kapal nelayan serta perawatan peralatan tangkap dan budi daya ikan.

Ia mengatakan setelah beberapa tahun melakukan pendampingan, hasil tangkapan dan budi daya para nelayan telah meningkat. Rata-rata, kata dia, tangkapan puluhan nelayan yang berasal dari suku Kamoro ini ada di kisaran 1-4 ton ikan per bulan.

Sementara itu Kepala Kampung Ohotya di Mimika, Daniel, mengatakan nelayan tidak hanya dibantu untuk menangkap lebih banyak ikan, tapi juga diajari untuk mengolah hasil tangkapan agar bisa dijual di pasar dan harganya tinggi.

""Selain itu kami juga dilatih untuk mengelola keuangan keluarga agar kami tidak kesulitan," katanya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN