Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Harga Cabai Berpotensi Anjlok

Kamis, 4 Mei 2017 | 08:40 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA – Pengusaha cabai memperkirakan harga cabai di Tanah Air berpotensi anjlok. Pasalnya, pasokan terus bertambah, bahkan diproyeksikan berlebih. Untuk itu, pemerintah diminta segera mengantisipasi untuk menghindari anjloknya harga yang merugikan petani.

 

Direktur bidang Pemasaran Paskomnas Soekam Parwadi mengatakan, setiap hari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) membutuhkan 140 ton cabai merah keriting. Cabai-cabai tersebut didistribusikan melalui tiga pasar induk, yakni Tanah Tinggi, Cibitung, dan Kramat Jati.

 

“Saat ini, pasokan cabai ke Pasar Induk Tanah Tinggi sudah berkisar 20-30 ton per hari. Harga mulai bergerak turun ke Rp 50 ribu per kilogram (kg). Tanah Tinggi memasok ke wilayah Jakarta bagian Barat sampai Serang. Artinya, pasokan sangat menentukan harga," kata Soekam usai talk show tentang Strategi Kendalikan Pasokan dan Harga Cabai di Jakarta, kemarin.

 

Dia menuturkan, harga cabai yang sempat melonjak pada Januari- Februari 2017 disebabkan oleh minimnya pasokan yang masuk ke Jabodetabek, yakni hanya 7 ton per hari di tiga pasar induk. Soekam tidak membantah klaim pemerintah bahwa produksi cabai yang mencukupi.

 

Namun, produksi tersebut hanya terdistribusi di wilayah produksi atau tidak masuk ke pasar Jabodetabek. "Pasokan dan logistik memengaruhi terbentuknya harga,” kata dia.

 

Dengan semakin bertambahnya pasokan, ujar dia, harga cabai mulai bergerak turun. Harga cabai pada saat Ramadan dan Lebaran 2017 diperkirakan tidak akan mengulang fluktuasi lonjakan seperti Januari- Februari 2017.

 

Saat ini, tanaman cabai bervariasi umur dan masa tanamnya, sehingga masa panen tersebar, ada yang baru 7-10 kali panen dari kemampuan panen 18- 20 kali.

 

“Dari sisi produksi aman. Yang justru perlu ditangani segera adalah karena ada potensi kelebihan produksi. Kasihan petani, sekarang ini harga di pasar induk sudah Rp 13-15 ribu per kg, artinya di petani hanya Rp 9 ribu per kg, bahkan ada yang Rp 8 ribu per kg. Itu cabai merah keriting. Padahal, titik impas(BEP) untuk 1 kg cabai itu Rp 10 ribu per kg," kata Soekam. (eme)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN