Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Indonesia Ajak Thailand Stabilkan Harga Karet

(gor/ant), Jumat, 15 Maret 2019 | 00:16 WIB

JAKARTA – Pemerintah Indonesia mengajak Thailand dan Malaysia untuk bekerja sama dalam upaya menstabilkan harga karet yang sedang menurun. Indonesia, Thailand, dan Malaysia adalah tiga Negara utama pengekspor karet.

“Untuk itu, Indonesia menekankan bahwa kita perlu memperkuat kerja sama untuk menstabilkan harga karet, karena ketiganya adalah negara yang paling terdampak bila harga global karet terus turun," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Hal itu disampaikan Menlu Retno usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Thailand Don Pramudwinai di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Rabu (13/3).

Masalah turunnya harga karet memang menjadi perhatian utama Indonesia dan Thailand, sebagai produsen karet terbesar dunia. Untuk itu, seperti dilansir Antara, kedua negara akan mendiskusikan berbagai upaya bersama yang dapat dilakukan untuk mencoba menstabilkan harga global karet yang dalam beberapa bulan terakhir terus menurun.

Terkait hubungan ekonomi kedua negara, nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Thailand menunjukkan angka cukup baik. Pada 2018, nilai perdagangan kedua negara mencapai US$ 17,77 miliar. Produk ekspor utama Indonesia ke Thailand, antara lain berupa mesin, peralatan listrik, makanan, produk kertas, dan aksesoris kendaraan.

Sementara produk yang diimpor Indonesia dari Thailand didominasi kendaraan bermotor, produk metal dan baja, tekstil, serta makanan.

Pada Rabu (13/3), Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Retno Marsudi dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno menerima kunjungan kehormatan dari Menlu Thailand Don Pramudwinai, di Istana Merdeka Jakarta. Saat itu, Presiden Jokowi secara khusus menyampaikan isu terkait harga karet dunia. “Karena Thailand, Indonesia, dan Malaysia kalau di gabung menjadi satu maka kita akan menjadi produsen karet yang paling besar di dunia,” ungkap Menlu.

Dengan semakin menurunnya harga karet dunia, Presiden Jokowi menyampaikan, bahwa tidak ada pilihan lain bagi ketiga negara tersebut untuk memperkuat kerja sama agar harga karet tidak terus turun. “Tadi Menteri Luar Negeri thailand menyampaikan komitmennya mengenai kerja sama dalam konteks mencegah semakin menurunnya harga karet dunia,” kata Menlu Retno. (tl)

BAGIKAN