Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pulau Menjangan memiliki taman bawah laut beraneka ragam yang cantik dengan terumbu karang berwarna-warni, habitat ikan-ikan kecil yang lucu, hamparan pantai berpasir putih dan birunya air laut yang mengelilingi pulau tersebut. Foto: dok. KKP

Pulau Menjangan memiliki taman bawah laut beraneka ragam yang cantik dengan terumbu karang berwarna-warni, habitat ikan-ikan kecil yang lucu, hamparan pantai berpasir putih dan birunya air laut yang mengelilingi pulau tersebut. Foto: dok. KKP

WILAYAH SEGITIGA KARANG,

Indonesia Pertahankan Komitmennya dalam Pengelolaan Sumber Daya Kelautan

Ridho Syukra, Senin, 4 November 2019 | 14:58 WIB

JAKARTA, investor.id - Pemerintah Indonesia menghadiri pertemuan tahunan The 15th Senior Official Meeting (SOM) Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF) yang diselenggarakan pada 4-8 November 2019 di Honiara Kepulauan Solomon.

CTI-CFF merupakan kerja sama tingkat regional bersama 5 negara lainnya yaitu Filipina, Malaysia, Timor Leste, Papua Nugini dan Kepulauan Solomon dalam upaya pengelolaan sumberdaya perikanan dan kelautan yang berkelanjutan, perlindungan terumbu karang dan ketahanan pangan.

Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Andi Rusandi yang juga merupakan Ketua Delegasi Indonesia mengatakan pertemuan ini merupakan momen penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kepemimpinannya di tingkat regional dan global dalam pengelolaan sumber daya perikanan dan kelautan.

Sesuai visi dan misi Presiden Joko Widodo agar Indonesia menjadi pusat maritim dunia dan sudah saatnya Indonesia memberikan contoh bagi negara lainnya di berbagai aspek untuk bidang kelautan dan perikanan.

Indonesia merupakan negara paling maju untuk pengelolaan sumber daya kelautannya baik untuk bidang konservasi, pengelolaan perikanan berkelanjutan maupun perancanaan ruang laut lainnya.

“Indonesia harus menunjukkan kepada dunia bahwa pengelolaan kelautan dan perikanannya sudah berkembang dan bisa menjadi contoh,” ujar dia di Jakarta, Senin (4/11).

Sampai saat ini, Indonesia sudah menyelesaikan 30 aksi dari total 40 aksi yang telah ditargetkan pada National Plan of Action, sedangkan 10 aksi lainnya masih on going.

Pada SOM kali ini terdapat beberapa bahasan utama antara lain pergantian kepemimpinan di Regional Secretariat yaitu Executive Director dari Hendra Yusran Siry yang berasal dari indonesia ke Khosairi Bin Mohammad Rajuddin dari Malaysia.

Selain itu ada pembahasan mengenai penyelenggaraan The Second Leaders Summit tahun 2020 yang akan mempertemukan kepala negara dari 6 anggota CTI-CFF.

Pada SOM kali ini juga disepakati pembentukan sub commitee pada 3 bentang laut prioritas yang keseluruhannya mencakup wilayah indonesia yaitu Sulu Sulawesi Seascape (Indonesia, Malaysia dan Filipina), Bismarck Solomon Seas Ecoregion (Indonesia, Papua Nugini dan Kepulauan Solomon) dan Lesser Sunda Seascape (Indonesia dan Timor Leste).

Ia mengatakan Indonesia merupakan negara yang sangat kaya dengan sumber daya kelautan dan harus dijaga kelestariannya tanpa sumber daya maka posisi Indonesia sebagai negara maritim akan sia sia.

SOM merupakan pameran yang menjadi ajang untuk memperluas networking dan bisa menambah daya saing Indonesia di mata dunia sekaligus menunjukkan kemampuan Indonesia dalam pengelolaan kelautan dan perikanan.

Komitmen dalam pengelolaan sumber daya kelautan merupakan kunci untuk menjadi negara maritim.

“Partisipasi Indonesia dalam SOM selalu dilihat karena Indonesia selalu mempunyai ide ide baru untuk membawa perubahan,” ujar dia.

Delegasi Indonesia yang akan hadir adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA