Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Udang Galah

Udang Galah

Izin Budidaya Udang Satu Pintu di BKPM

Jumat, 31 Juli 2020 | 16:41 WIB
Tri Listyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id –Pemerintah terus melakukan penyederhanaan regulasi untuk meningkatkan produktivitas dan pengembangan budidaya udang nasional. Untuk itu, saat ini izin budidaya udang dipangkas menjadi satu langkah pengurusan surat pemberitahuan usaha di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Sebelumnya, calon pembudidaya udang wajib mengurus 21 izin usaha, kini pemerintah hanya mengharuskan pengurusan satu surat pemberitahuan kegiatan usaha dari BKPM. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan hal tersebut saat menjadi pembicara kunci dalam seminar daring Dies Natalis Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran (Unpad), di Jakarta, kemarin.

“Atas arahan Bapak Menko Kemaritiman dan Investasi dan Kepala Staf Kepresidenan, kami terus berkoordinasi dengan seluruh kementerian yang membidang izin-izin tersebut dan alhamdulillah sudah bisa mencapai satu kata bahwa izin ini cukup satu pintu melalui BKPM,” kata Edhy.

Edhy Prabowo. Foto: IST
Edhy Prabowo. Foto: IST

Pada Senin (27/7), Menteri Edhy mengikuti rapat bersama lintas kementerian dan lembaga di Kantor Staf Kepresidenan (KSP) untuk membahas penyederhanaan regulasi usaha budidaya udang.

Rapat dipimpin Kepala KSP Moeldoko dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi dari Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Kementerian UKM dan Koperasi, BKPM dan Kepolisian.

“Dalam rapat itu disepakati penyederhanaan regulasi budidaya udang. Dengan komunikasi yang kami lakukan bersama lintas kementerian dan lembaga, izin ini cukup dengan satu surat pemberitahuan untuk melaksanakan kegiatan usaha dari BKPM,” jelas Edhy.

Kendati demikian, Menteri Edhy menambahkan, pelaku usaha tetap harus melanjutkan proses perizinan yang berkaitan dengan lingkungan dan lainnya secara paralel.

“Dengan tidak mengurangi semangat untuk menjaga lingkungan, izin-izin itu tadi harus dipenuhi sampai pembangunan tambak, pengerjaan lokasi budidayanya benar-benar selesai dibangun,” kata dia.

Dengan penyederhanaan perizinan itu diharapkan bisa menjadi penyemangat bagi pelaku usaha budidaya, khususnya udang. Prinsipnya, regulasi tidak sulit dan tidak perlu memberatkan bagi siapapun yang akan melakukan usaha, pengurusan surat pemberitahuan pelaksanaan kegiatan usaha di BKPM juga tidak memakan waktu lama yakni cukup 2 jam diajukan ditunggu melalui online atau datang langsung bisa cukup satu hari selesai.

Menteri Edhy mengajak semua pihak ikut terlibat dalam usaha budidaya udang. Sebab, pemerintah telah menyiapkan akses permodalan, baik melalui kredit usaha rakyat (KUR) maupun pembiayaan oleh Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP).

“Mari bersama membangun perikanan yang berkontribusi bagi pembangunan perikanan nasional agar Indonesia menjadi salah satu produsen perikanan terbesar, mampu bersaing di pasar global dan nomor satu di dunia,” ujar dia.

Pada bagian lain, Menteri Edhy memperkenalkan tambak milenial sebagai lapangan kerja masa depan kepada ratusan perwira siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) di Cipulir, Jakarta Selatan, awal pekan ini.

Tambak milenial sedang dalam fase pemodelan dan siap dimasifkan setelah panen perdana pada akhir 2020, jumlahnya ada 60 lubang yang tersebar di beberapa titik di Indonesia dengan komoditas berupa udang vaname. KKP memperkenalkan tambak milenial lantaran para Per wira Siswa Seskoal setelah lulus akan bersentuhan langsung dengan masyarakat kelautan dan perikanan. Infrastruktur tambak milenial berupa kolam bundar dengan diameter 20-30 meter yang dapat dibongkar pasang. Tambak milenial didukung pula dengan teknologi informasi sehingga kualitas, keasaman, dan suhu air dapat diukur melalui aplikasi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN