Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bawang Putih Asal Tiongkok

Bawang Putih Asal Tiongkok

Jaga Harga Bawang Putih, Mentan Operasi Pasar di Solo

Ridho Syukra, Kamis, 13 Februari 2020 | 16:12 WIB

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan langkah konkret untuk menstabilkan harga bawang putih dan cabai di seluruh daerah, antara lain dengan melakukan operasi di sejumlah pasar.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) telah melakukan operasi pasar di 22 pasar DKI Jakarta, kemudian dilanjutkan di Surakarta, Jawa Tengah. Syahrul juga memantau bawang putih dan cabai di Solo secara bersamaan di 5 pasar yaitu Pasar Gede, Rusukan, Ledoksari, Harjodaksino dan Pasar Gading.

Selain itu, Mentan juga melepas bawang putih sebanyak 12 ton dengan harga Rp 30 ribu per kilogram, cabai rawit merah dan cabai besar sebanyak 10 ton dengan harga masing masing Rp 35 ribu per kilogram dan Rp 30 ribu per kilogram.Operasi Pasar ini merupakan bentuk nyata tugas negara dalam menyediakan kebutuhan pangan masyarakat dengan harga terjangkau dan stabil.

Ketika terjadi kenaikan harga pangan tidak wajar, negara pun ikut bersinergi dengan pemerintah daerah, polisi dan TNI untuk menyelesaikan bahkan tidak main-main untuk menindak tegas oknum yang mempermainkan pangan.“Tugas negara hanya satu yaitu mengurus rakyat dan menjamin ketersediaan pangannya, ditambah Presiden Joko Widodo juga mengajak Kementan agar terus menjaga pasokan pangan,” ujar Mentan, di Jakarta, Kamis (13/2).

Kenaikan harga bawang putih yang saat ini mencapai Rp 80 ribu per kilogram bukan karena kekurangan stok. Menurutnya stok dalam negeri mencukupi, tetapi lebih dikarenakan pengaruh virus korona.Kementan tetap akan mengimpor bawang putih dari Tiongkok meskipun Tiongkok terkena wabah virus korona. Impor dilakukan untuk menjaga pasokan beberapa bulan ke depan dan mencegah inflasi.

Mentan mengajak pemerintah daerah, TNI, Polri, Perbankan dan Asosiasi Petani untuk turun tangan bersama menjamin kelancaran ketersediaan pangan. Dalam meningkatkan produksi, Kementan juga siap membantu petani dan pelaku usaha dalam menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 6%.

Wakil Walikota Surakarta Ahmad Purnomo mengapresiasi upaya nyata Kementan dalam menstabilkan harga bawang putih dan cabai di Kota Surakarta dengan melakukan operasi pasar. Ia sepakat dengan Mentan SYL, bahwa kenaikan harga bawang putih karena adanya isu virus korona bukan karena kekurangan stok. Produksi petani sebenarnya masih cukup dan bisa menjadi pasokan untuk beberapa bulan ke depan.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi mengatakan, Kementan konsisten melakukan stabilisasi harga pangan. Sejak 30 Januari hingga saat ini, Kementan telah menggelar Operasi Pasar di DKI Jakarta, Sumatera Barat dan terakhir di Solo.Operasi pasar akan terus dilakukan melihat kondisi dan situasi dalam negeri. Jika ada kenaikan harga maka radar akan ditingkatkan dan dipantau.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA