Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Syahrul Yasin Limpo

Syahrul Yasin Limpo

Kartu Tani Mulai Efektif Tahun Depan

Sabtu, 12 September 2020 | 17:55 WIB
Tri Listyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id –Pemerintah terus melakukan penyempurnaan dalam implementasi penggunaan Kartu Tani (KT). Melalui KT, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) akan mendistribusikan pupuk bersubsidi, untuk itu penyebaran KT ke seluruh Tanah Air dilakukan bertahap dan diharapkan bisa diberlakukan secara efektif pada 2021.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, KT memiliki manfaat yang baik buat petani, khususnya buat penerima pupuk bersubsidi.

“Pola pendistribusian pupuk subsidi terus kita perbaiki, sehingga saat ini data penerima pupuk subsidi bisa valid hingga 94%. Data ini akan akan semakin diperkuat dengan KT yang kriterianya berdasarkan by name by address. Dengan cara ini, kita harapkan pupuk bersubsidi benar-benar diterima oleh pihak yang membutuhkan,” ujar SYL.

Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy dalam seminar daring tentang KT yang diselenggarakan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) bersama Kementan mengatakan, distribusi KT terus dilakukan.

“Memang KT agak tersendat, dalam rapat bersama DPR, kesimpulannya KT harus dilaksanakan secara bertahap. Karena banyak petani belum punya KT, kita keluarkan surat yang isinya pupuk bersubsidi diberlakukan bagi para petani yang pegang KT sedangkan untuk yang belum punya akan dilakukan secara manual,” papar dia.

Jumlah petani berdasakan e-RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani elektronik) ada 13,90 juta orang. Sedangkan KT yang telah dicetak 9,30 juta kartu dan KT yang terdistribusi sekitar 6,20 juta kartu, dari jumlah itu KT yang digunakan baru 1,20 juta.

“Untuk masalah ini, kita di Ditjen PSP menjalankan instruksi dari KPK tetapi tetap menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Diharapkan awal tahun depan KT sudah efektif dan bisa selesai 100%,” katanya.

Untuk itu, Kementan mengajak Himbara, yaitu BRI, BNI, Mandiri, segera mendata dan menginventasasi KT yang ada di wilayahnya serta mendata KT yang belum terdistribusi ke petani. Untuk Pupuk Indonesia, Kementan meminta untuk melakuan sosialisasi bersama Kementan, khususnya sosialisasi kepada distributor lalu distributor bisa sosialisai ke kios- kios dan pengecer, dan kios serta pengecer sosialisasi ke petani di daerahnya, sehingga KT bisa berjalan lancar. Sarwo Edhy menegaskan, KT merupakan satu-satunya bentuk perlindungan pemerintah kepada petani, khususnya dalam memenuhi haknya untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

Djoko Purwanto, Executive Vice President Social Entrepreunership & Incubation Division BRI, mengatakan, KT adalah bagian dari framework strategi jangka panjang sektor pertanian. KT merupakan strategi pembangunan pertanian yang visioner dan integratif, yang di dalamnya berkaitan dengan kejelasan tata ruang nasional, infrastuktur, pola pengusahaan pertanian, kelembagaan pertanian, riset dan teknologi tepat guna, supply chain management, aspek keuangan, monitoring neraca produksi dan stok nasional, serta bagian dari industri berbasis pertanian.

Dukungan untuk pelaksanaan KT juga disampaikan PT Pupuk Indonesia melalui Direktur Pemasaran Gusrizal. Pupuk Indonesia sangat mendukung KT karena KT bermanfaat bagi petani dan juga buat Pupuk Indonesia karena memudahkan ketepatan sasaran penerima, mudah pertanggungjawabannya, dan penagihan lebih singkat.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN