Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kementan. Logo: aktualitas.com

Kementan. Logo: aktualitas.com

Kementan Siapkan Alokasi Dana Rp 3,5 triliun untuk Sarana dan Prasarana Pertanian

Ridho Syukra, Selasa, 11 Februari 2020 | 17:33 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Pertanian menyiapkan alokasi dana sebesar Rp 3,5 triliun pada tahun ini untuk pembangunan Sarana dan Prasarana Pertanian.

Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Mulyadi Hendiawan mengatakan, program prioritas utama Kementan sangat banyak, salah satunya membangun infrastruktur pertanian.

Jika infrastruktur pertanian sudah maju maka akan berdampak positif terhadap sektor pertanian itu sendiri.

Dalam membangun sarana dan prasarana pertanian, Kementan berkoordinasi dengan Kementerian lain seperti PUPR.

“Kami sudah siapkan alokasi dana sebesar Rp 3,5 triliun untuk kemajuan infrastruktur pertanian,” ujar dia di Jakarta, Selasa (11/2).

Salah satu infrastruktur yang sudah diluncurkan adalah Agriculture War Room (AWR) yang merupakan pusat teknologi data pertanian.

AWR diharapkan menjadi jembatan informasi bagi pengambil kebijakan dengan para petani dan penyuluh di lapangan, AWR juga akan menjadi pusat kendali dan pemantauan secara real time kondisi pertanaman dan pertanian.

AWR memang sudah canggih karena memang sengaja dibentuk untuk menuju sektor pertanian yang lebih maju dan modern.

AWR sudah terintegrasi di daerah sehingga pemantauan dan pengawasan pertanian lebih mudah dan lebih efisien.

Ia mengatakan pembangunan infrastruktur pertanian harus merata tidak boleh setengah setengah dan harus sampai ke daerah.

Dengan alokasi dana sebesar Rp 3,5 triliun diharapkan bisa dirasakan di daerah dan membuat pertanian maju dan modern.

Ia mengatakan jika sektor pertanian sudah maju maka akan mempengaruhi produksinya dan hasil produksi bisa diekspor sehingga menambah devisa negara.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA