Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto

KKP Bantu Rp 6,45 Miliar untuk Pengembangan Sistem Budikdamber

Senin, 22 Februari 2021 | 10:40 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Penerapan teknologi budidaya ikan dalam ember atau yang dikenal dengan istilah Budikdamber dapat menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.
Selain memenuhi kebutuhan akan protein hewani yang didapatkan dari ikan, teknik budidaya yang mengadopsi sistem akuaponik ini juga menghasilkan sayuran untuk dikonsumsi.

Budikdamber merupakan teknik budidaya ikan ramah lingkungan yang memadukan antara bubidaya ikan dan sayuran dengan menggunakan ember sebagai wadah budidaya ikan serta memanfaatkan air media budidaya untuk tumbuh kembang tanaman sayuran.

Dengan memanfaatkan ember volume 80 liter, teknik budikdamber ini dapat menghasilkan ikan lele sebanyak 3-5 Kilogram per ember.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin bekerjasama dengan Wanita Muslimat Nahdlatul Ulama Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan berhasil melakukan panen dari hasil Budikamber dengan total panen sebanyak 135 kilogram ikan lele dan 43,75 kilogram sayuran kangkung dari total 35 ember produksi.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto mengatakan teknologi budidaya seperti Budikdamber sangat cocok diadopsi oleh masyarakat terutama di daerah perkotaan yang padat penduduk karena tidak memerlukan lahan yang luas dan bisa dilakukan di lahan seperti pekarangan rumah.

Di samping itu, dengan keunggulannya tidak memerlukan banyak air, teknologi ini juga tepat untuk digunakan  pada daerah kesulitan air.

Keunggulan lain dari Budikdamber ini adalah bahan pembuatan yang sederhana membuat sistem ini mudah untuk diterapkan di berbagai lokasi di seluruh Indonesia, oleh karena itu melalui program bantuan sarana prasarana produksi budidaya, KKP telah menyalurkan 665 paket bantuan sarana dan prasarana Budikdamber senilai Rp 6,45 miliar kepada pembudidaya seluruh Indonesia.

“Teknologi yang sederhana ini juga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi anggota keluarga maupun anggota kelompok masyarakat yang mengimplementasikan kegiatan Budikdamber ini karena sistemnya sederhana,” ujar dia di Jakarta, Senin (22/2).

Teknologi Budikdamber ini dapat diimplementasikan oleh siapa saja mulai dari ibu rumah tangga hingga anak- anak dan remaja. Selain itu teknologi ini juga mempunyai peluang  bisnis dan ekonomi yang menguntungkan masyarakat.

Kepala BPBAT Mandiangin, Andy Artha menjelaskan bahwa kerja sama yang dijalin merupakan wujud kepedulian KKP terhadap masyarakat di masa pandemi.

Selain bantuan sarana yang disalurkan, pihaknya juga memberikan pelatihan serta pendampingan kepada penerima hingga berhasil melakukan panen.

Pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan peririkanan budidaya sejalan dengan amanat dari Menteri KKP untuk dapat mendorong perekonomian masyarakat berbasis akuakultur.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN