Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto

KKP Dorong Pemanfaatan UPT Sebagai Inkubator dan Akselerator

Senin, 3 Mei 2021 | 13:47 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) mendorong Balai Perikanan Budidaya mampu menjadi salah satu tumpuan peningkatan ekspor sektor kelautan dan perikanan serta pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Rencana ini sejalan juga dengan arahan Menteri KKP dimana ada dua terobosan untuk mendorong subsektor perikanan budidaya yaitu pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor yang didukung riset kelautan dan perikanan serta pembangunan kampung kampung perikanan budidaya tawar, payau dan laut berbasis kearifan lokal.

Oleh karena itu peranan balai sangat diperlukan untuk merealisasikan itu semua.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto mengunjungi Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara beberapa waktu lalu.

BBPBAP Jepara merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) DJPB harus fokus pada kegiatan perekayasaan serta harus menjadi bagian dalam pengembangan bisnis sehingga ke depannya akan memberikan kontribusi terhadap ekonomi nasional.

Peran UPT selain melayani dan mendampingi masyarakat juga sebagai agent of change serta pemberi solusi dan saat ini UPT juga harus dapat menjadi inkubator sekaligus akselerator bisnis di daerah.

“Keberadaan UPT harus bisa menghasilkan inovasi inovasi teknologi yang bernilai ekonomi serta bisa diaplikasikan dan ditiru oleh masyarakat,” ujar dia di Jakarta, Senin (3/5).

Ia menyampaikan untuk pencapaian dua terobosan terkait perikanan budidaya tersebut, salah satunya melalui pengembangan pakan mandiri dan upaya yang telah dilakukan oleh BBPBAP Jepara lainnya adalah instalasi budidaya maggot.

Beberapa keunggulan maggot diantaranya mempunyai kandungan protein 40%-48% dan lemak 25%, produksi maggot tidak membutuhkan air, listrik dan bahan kimia serta infrastruktur yang digunakan relatif sederhana sehingga teknologi produksi maggot dapat diadopsi dengan mudah oleh masyarakat.

Maggot mempunyai peluang digunakan sebagai bahan baku alternatif pakan ikan dan dapat diproses menjadi tepung maggot sehingga dapat menekan biaya produksi pakan, selain itu maggot mampu mendegradasi limbah organik menjadi material nutrisi lainnya.

Melalui inovasi teknologi BBPBAP Jepara seperti budidaya maggot ini diharapkan dapat memudahkan perputaran ekonomi masyarakat pembudidaya dalam usaha budidaya berkelanjutan serta diharapkan dapat memberikan multiplier effect terhadap perekonomian bagi masyarakat.

Kepala BBPBAP Jepara, Sugeng Raharjo menegaskan bahwa pihaknya siap dan terus berupaya untuk pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor serta pembangunan kampung kampung perikanan budidaya melalui kegiatan perekayasaan untuk menciptakan inovasi teknologi yang mudah ditiru oleh masyarakat pembudidaya.

Melalui tambak MSF diharapkan bisa mencetak generasi milenial sebagai tenaga yang siap diterjunkan ke masyarakat menjadi entrepreneur pelaku usaha budidaya udang yang profesional sehingga mendukung peningkatan produksi udang nasional.

Selain itu melalui program klaster tambak udang percontohan di Kabupaten Sukamara diharapkan memberikan multiplier effect dalam mendorong peningkatan ekonomi.
Instalasi budidaya maggot dilengkapi dengan 140 bak budidaya dan ruang lalat Black Soldier Fly (BSF) dengan kapasitas produksi selama 1 bulan yaitu Fresh Maggot kurang lebih sebanyak 1,3 ton dan 900 kilogram kompos tanaman bekas media pemeliharaan maggot atau selama 1 tahun dengan kapasitas produksi fresh maggot kurang lebih sebanyak 15,6 ton dan kompos tanaman bekas media pemeliharaan maggot kurang lebih sebanyak 10,8 ton.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN