Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ikan hasil tangkapan nelayan. Foto ilustrasi: IST

Ikan hasil tangkapan nelayan. Foto ilustrasi: IST

KKP Dorong UMKM Perikanan Gunakan Teknologi Digital

Damiana Simanjuntak, Kamis, 12 September 2019 | 15:55 WIB

JAKARTA, investor.id-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong pelaku usaha menengah mikro kecil menengah (UMKM) di sektor perikanan untuk memanfaatkan teknologi digital. Dengan memanfaatkan teknologi digital, UMKM diharapkan dapat mengatasi sebagian dari permasalahan di sektor perikanan seperti pemasarana dan permodalan.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Agus Suherman memaparkan, profil usaha kelautan dan perikanan di Indonesia berdasarkan skala usahanya didominasi oleh UMKM sebanyak 98,80% atau sekitar 60.855 unit sedangkan 1,20% lainnya skala usaha besar atau sekitar 718 unit. Artinya, potensi usaha mikro kecil kelautan dan perikanan masih sangat terbuka luas untuk dikembangkan. Hanya saja, skala usaha tersebut memang kerap dihadapkan pada lima permasalahan umum, yakni pemasaran, permodalan, kompetensi sumber daya manusia (SDM), keterbatasan penguasaan teknologi, dan manajemen. “Dengan memanfaatkan teknologi digital, diharapkan UMKM dapat mengatasi sebagian dari permasalahan tersebut. Di era digital, pemasaran semakin terbuka dan tanpa batas serta permodalan semakin yang cepat dan mudah," kata Agus.

Tantangan bisnis produk perikanan secara digital, kata dia, khususnya untuk produk segar dan beku adalah karena karakteristik yang mudah rusak (perishable). Hal ini menyangkut proses pengiriman produk dari toko/tenant ke tangan konsumen. “Karena itu, sangat penting bagi pelaku usaha untuk bermitra dengan penyedia layanan pemasaran digital dan penyedia jasa pengiriman guna mengembangkan strategi yang tepat agar produk perikanan dapat dinikmati konsumen dalam keadaan yang baik," ungkap Agus Suherman.

Sedangkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menambahkan, masuknya produk kelautan dan perikanan ke platform bisnis digital dapat mendukung upaya pemerintah memacu konsumsi ikan masyarakat, di antaranya untuk peningkatan kualitas SDM dan mencegah stunting. "Perinus dan Perindo seharusnya punya coldstorage kapasitas 5.000 ton di sentra-sentra. Begitu musim ikan, langsung beli, berperan jadi Bulog perikanan. Lalu, PT Pos bikin terobosan fish by mail. Jadi, nggak cuma kirim kertas, tapi juga ikan. Bisa juga memanfaatkan platform seperti milik Grab, Gojek, Tokopedia, atau lainnya," kata Susi.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA