Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto. Foto: news.kkp.go.id

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto. Foto: news.kkp.go.id

KKP Pastikan Produk Perikanan Budidaya Penuhi Standar Keamanan Pangan

Minggu, 18 Oktober 2020 | 09:55 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan produk hasil perikanan budidaya aman. Berdasarkan hasil evaluasi pengujian residu produk selama 5 tahun terakhir menggambarkan bahwa produk hasil perikanan budidaya sehat dan tidak mengandung residu.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto mengatakan, hasil evaluasi monitoring residu di berbagai daerah telah memperkuat preferensi konsumen dan bisa mendorong produk hasil perikanan budidaya untuk ekspor.

Saat ini, KKP tengah mendorong kinerja ekspor untuk meningkatkan PDB Indonesia, hasil monitoring residu selama 5 tahun membuktikan produk budidaya Indonesia bisa diterima baik di pasar domestik maupun asing.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif dan bisa meningkatkan daya saing. KKP juga telah melakukan harmonisasi terhadap regulasi, standar yang berlaku secara internasional dan persyaratan mutu negara mitra.

Udang Galah
Udang Galah

Produk Udang Indonesia sangat dikenal di Jepang dan Amerika Serikat bahkan sejak tahun 2013, Indonesia melalui Direktorat Jenderal Konsumen dan Kesehatan European Comission Decision 2011/163/EU telah dimasukkan sebagai negara yang diperbolehkan mengekspor produk perikanan budidaya ke Uni Eropa.

“Pentingnya pengendalian residu sebagai instrumen dalam memastikan keamanan produk perikanan budidaya bebas kandungan residu dan kontaminan harus dilaksanakan secara konsisten dan sinergi sesuai dengan peraturan yang telah diterbitkan yaitu Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 37 Tahun 2019 tentang Pengendalian Residu pada Kegiatan Pembudidayaan Ikan Konsumsi,” ujar dia di Jakarta, Minggu (18/10).

Sebagai contoh, Uni Eropa merupakan negara yang menerapkan persyaratan mutu ikan dan produk perikanan yang sangat ketat. Persyaratan tersebut harus dipenuhi oleh eksportir terhadap semua produk perikanan yang dipasarkan.

Bahkan peraturan yang ada di negara produsen harus In Line dengan peraturan Uni Eropa bahkan secara periodik tim inspektur Uni Eropa melakukan audit ke Indonesia.

Jadi pengendalian residu adalah salah satu aspek penting dari penerapan jaminan mutu produk perikanan budidaya oleh karena itu, implementasi selalu menjadi objek audit tim inspeksi Uni Eropa ataupun negara lainnya.

Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan KKP Tinggal Hermawan mengatakan implementasi program pengendalian residu 5 tahun terakhir telah menunjukkan perbaikan yang signifikan pada produk budidaya.
Berdasarkan data hasil monitoring, adanya penurunan jumlah sampel yang mengandung residu yang signifikan dari seluruh sampel yang diambil yang diujikan.

Kisaran hasil ketidaksesuaian sampel pada periode tahun 2015 hingga 2019 tercatat hanya berkisar antara 0%-0,08% sampel sehingga bisa dikatakan untuk hasil yang sesuai atau bebas residu mencapai 100%.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN