Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto

KKP Percepat Pilot Project Biosecurity System Tingkatan Kapasitas Perikanan Budidaya

Minggu, 2 Mei 2021 | 14:39 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama dengan FAO tengah merampungkan Pilot Testing of the Progressive Management Pathway for Aquaculture Biosecurity (PMB/AB).

Upaya ini dilakukan agar Indonesia dapat mengembangkan biosecurity secara lebih maju di bidang perikanan budidaya sehingga produktivitas perikanan budidaya dapat terus meningkat.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto mengatakan, proyek biosecurity ini sejalan dengan program terobosan yang dicanangkan oleh Menteri KKP yaitu meningkatkan komoditas ekspor udang dimana target produksi sebesar 250% dan membuat kampung perikanan budidaya berbasis pada kearifan lokal maka dari itu pilot project biosecurity ini diharapkan rampung karena akan sangat membantu dalam peningkatan produksi perikanan budidaya ke depannya.

“Kami akan memberikan dukungan dan menyampaikan tanggapan bahwa proyek biosekuriti ini akan sangat bermanfaat karena sejalan dengan program terobosan KKP terutama dalam perikanan budidaya,” ujar dia di Jakarta, Minggu (2/5).

Jika proyek biosecurity ini sudah diimplementasikan pada sebuah daerah maka daerah tersebut dapat dinyatakan sebagai daerah yang bebas dari penyakit tertentu sehingga dipastikan produksi budidaya bisa lebih bagus.
Produksi bisa tetap naik karena ikan terbebas dari penyakit, ikan lebih sehat, hasil produksinya lebih maksimal.

National Consultant Proyek PMB/AB, Slamet Budi Prayitno melaporkan sejak bulan Oktober hingga akhir tahun 2020 diperpanjang hingga Maret-April 2021 telah diminta untuk mengevaluasi strategi nasional kesehatan ikan yang telah dilegalisasi oleh Dirjen Perikanan Budidaya pada tahun 2013.
Hal ini dilakukan karena adanya pendekatan baru terkait dengan produksi perikanan budidaya di tingkat global dimana saat ini, production is a part of the biosecurity system.

Jika biosecurity system tidak dimanfaatkan maka produksi dianggap tidak berkelanjutan, pendekatan ini dapat langsung diterapkan oleh DJPB dan FAO melalui training, adapun tahapan pendekatannya adalah identifikasi biosekuriti, pengembangan sistem biosekuriti, sistem biosekuriti terintegrasi, sistem biosekuriti terimplementasi.

Harapan ke depannya, pilot project ini dapat dilaksanakan di tempat lain seperti Jembrana agar keinginan DJPB memiliki satu kawasan dengan biosecurity system yang lebih baik.

Perwakilan FAO Indonesia, Ageng Herianto mengatakan proyek PMP/AB kelanjutan dari TCP tahun 2015 yang berkaitan dengan infectious myonecrocis virus sedangkan untuk proyek sekarang membahas tentang early warning system untuk Enterocytozoon Hepato Penaeid. Proyek tersebut merupakan proyek strategis karena nantinya Indonesia dapat mengembangkan proyek biosekutiri secara lebih maju di bidang perikanan budidaya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN