Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

KKP Perkuat Komitmen Berantas Praktik Illegal Fishing

Senin, 7 Juni 2021 | 10:49 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - International Day Against IUU Fishing yang diperingati dunia pada 5 Juni 2021 merupakan momen yang baik untuk mendorong komitmen semua negara dalam memberantas praktik Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan bahwa IUU Fishing menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan, selain itu menyebabkan kerusakan ekologi.IUU Fishing juga mengakibatkan kerugian secara ekonomi dan berbagai permasalahan sosial di banyak negara.

Berdasarkan Food and Agriculture Organization (FAO), dunia kehilangan sekitar 11-26 juta ton sumber daya perikanan karena IUU Fishing.
Ia mengajak seluruh dunia untuk bersatu dalam memerangi praktik IUU Fishing, karena saat ini IUU Fishing merupakan kejahatan lintas negara atau bersifat transnasional.

Indonesia akan mengambil langkah tegas dan tidak berkompromi terhadap praktik IUU Fishing, dan memastikan penguatan, pengawasan dan penegakan hukum akan terus didorong.

Di era kepemimpinannya, KKP didorong untuk mempercepat dan memperkuat infrastruktur pengawasan salah satunya dengan penambahan dua armada kapal pengawas, saat ini, KKP mempunyai 30 unit armada kapal pengawas yang ditempatkan di wilayah rawan IUU Fishing.

“Posisi KKP sudah jelas dan tidak ada kompromi terhadap IUU Fishing dan kami akan terus memperkuat pengawasan,” ujar dia di Jakarta, Senin (7/6).

Ia menegaskan bahwa pemberantasan IUU Fishing ini merupakan komponen penting untuk menuju perwujudan ekonomi biru (blue economy) kelautan dan perikanan dan tentunya harus menjadi prioritas.Ekonomi biru di sektor kelautan dan perikanan akan sangat bergantung terhadap bagaimana indonesia bisa memberantas praktik IUU Fishing.

Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP, Antam Novambar mengajak agar peringatan International Day Against IUU Fishing menjadi momentum dalam peningkatan kepatuhan kapal perikanan berbendera Indonesia.
Ia memastikan bahwa tindakan tegas juga akan dilakukan terhadap kapal Indonesia yang tidak mematuhi ketentuan peraturan perundang undangan.

Kapal kapal Indonesia tidak melakukan pelanggaran lintas batas atau menangkap ikan di negara lain secara ilegal. Di era kepemimpinan Menteri Trenggono KKP terus menunjukkan komitmennya dalam pemberantasan IUU Fishing.

Sepanjang tahun 2021, KKP telah menangkap 94 kapal yang terdiri dari 70 kapal ikan Indonesia yang melanggar ketentuan dan 24 kapal ikan asing yang mencuri ikan (6 kapal berbendera Malaysia, 2 kapal berbendera Filipina dan 16 kapal berbendera Vietnam).

KKP juga terus menunjukkan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan dengan menangkap 62 pelaku penangkapan ikan dengan cara merusak seperti bom ikan, setrum dan racun.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN