Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang nelayan memamerkan hasil tangkapannya melaut.

Seorang nelayan memamerkan hasil tangkapannya melaut.

KKP: Sistem RAS Jadikan Budidaya Ikan Lebih Produktif

Jumat, 4 Juni 2021 | 10:01 WIB
Fajar Widhiyanto

Jakarta - Pengembangan perikanan budidaya menjadi salah satu prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Untuk itu, berbagai inovasi program budidaya ikan terus dipadupadankan dengan rangkaian pelatihan hingga percontohan penyuluhan demi menyokong subsektor perikanan budidaya. Teranyar, KKP menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Ikan Sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) dan Budidaya Mangrove bagi Masyarakat Perikanan Kota Serang dan Kabupaten Serang pada 1-2 Juni 2021.

Difasilitasi oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Tegal, pelatihan ini diikuti 100 orang peserta yang merupakan pembudidaya ikan dan mangrove setempat. Kegiatan berlangsung secara tatap muka di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu Kota Serang.

Dengan menghadirkan pelatih yang berasal dari BP3 Tegal dan Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jakarta, pelatihan diisi dengan berbagai materi yang terstruktur dari hulu ke hilir, diantaranya pembuatan unit resirkulasi dan manajemen pakan bagi pembudidaya ikan, serta cara membuat penyemaian mangrove sederhana bagi pembudidaya mangrove.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM), Sjarief Widjaja menyampaikan dua poin penting mengenai penentuan tema sistem RAS dan budidaya mangrove dalam rangkaian pelatihan. Pertama, dia menuturkan akan pengaruh besar kualitas air bagi pertumbuhan dan kesehatan ikan yang dibudidayakan di dalamnya.

“Seringkali, penyebab kematian ikan di kolam budidaya disebabkan oleh kualitas airnya yang lebih rentan tercemar oleh sisa pakan dan kotoran ikan sendiri. Sungai, danau maupun laut yang mengalir dengan sendirinya akan membersihkan bakteri dan kotoran tempat hidup ikan, berbeda dengan kolam yang cenderung mengendapkan kotoran dan bakteri tersebut,” ungkap Sjarief dalam siaran pers, Jumat (4/6).

“Masalah ini dapat diatasi menggunakan sistem RAS yang mengalirkan air kolam budidaya ke filter untuk dibersihkan dari kotoran dan bakteri, kemudian dialirkan kembali dalam kolam. Melalui sistem RAS, kesehatan ikan dapat terjaga, sehingga berujung pada meningkatnya produktivitas usaha bagi pembudidaya ikan,” jelasnya.

Kedua, Sjarief menyatakan manfaat mangrove dari berbagai sudut pandang, baik itu manfaat ekologi, manfaat ekonomi, manfaat fisik-kimia, maupun manfaat sosial. ”Mangrove memiliki kemampuan untuk menyerap kadar karbon di udara sampai dengan 4 kali lipat dibandingkan dengan tumbuhan lainnya. Lumpur-lumpur yang mengandung toksin dari limbah perkotaan akan diserap oleh akar-akar mangrove sehingga tidak mencemari perairan dan daratan disekitarnya,” terang Sjarief.

“Kawasan mangrove yang dikelola dengan baik dapat menjadi daerah wisata yang menguntungkan bagi masyarakat setempat. Pada saatnya nanti, kawasan mangrove ini akan ditebar dengan kepiting, penyu, unggas dan biota lainnya yang melengkapi kawasan ekosistem mangrove ini sebagai tempat masyarakat dalam menikmati keindahan alam dan satwa di dalamnya,” imbuhnya.

 

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN