Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Foto: IST

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Foto: IST

KKP-Tiongkok Kerja Sama Metodologi Virus Covid-19 pada Produk Perikanan

Minggu, 21 Februari 2021 | 09:23 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya untuk meningkatkan ekspor hasil perikanan ke Tiongkok. Sejalan dengan itu, KKP mengajak pemerintah Tiongkok bekerja sama di bidang metodologi dan teknologi dalam mendeteksi keberadaan virus Sars Cov-2 pada produk perikanan. Langkah ini diambil sebagai upaya menjamin mutu dan keamanan produk perikanan yang akan dikirim ke Tiongkok.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pihaknya berharap dengan kerja sama metodologi dan teknologi yang dipakai Otoritas Bea Cukai Tiongkok dapat mendeteksi produk perikanan dari Covid-19.

Tiongkok merupakan mitra dagang potensial Indonesia khususunya di bidang perikanan, sebagai importir terbesar, Tiongkok mampu menyerap lebih dari 422 ribu ton produk perikanan Indonesia dimana komoditas paling diminati adalah cumi-sotong-gurita dan rumput laut, namun untuk nilai ekspor, Amerika Serikat berada di posisi pertama.

Ketika pandemi Covid-19 melanda dunia, Tiongkok memberlakukan pengetatan pemeriksaaan setiap produk perikanan yang  masuk, dari pemeriksaan ini beberapa kali otoritas Tiongkok mendeteksi virus di kemasan produk perikanan Indonesia.

Setiap produk perikanan yang akan diekspor sebenarnya sudah melalui sejumlah pengujian baik itu komoditasnya, pengemasannya maupun saat pengiriman, proses pengujian ini melibatkan perguruan tinggi untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Kesamaan metodologi dan teknologi dalam mendeteksi virus Corona pada produk perikanan sangat penting, selain untuk memastikan keamanan produk, proses perdagangan dua negara juga berjalan tanpa hambatan.

“Mudah- mudahan kerja sama ini bisa membuahkan hasil yang manis dan kedua negara saling mendukung satu sama lainnya,” ujar dia dalam acara “Pertemuan dengan Duta Besar Tiongkok Untuk Indonesia”, di Jakarta, belum lama ini.

Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian menyambut baik ajakan perluasan kerjasama di bidang perikanan yang ditawarkan KKP.

Kerja sama yang terjalin selama ini didominasi bidang budidaya dan industri pengolahan perikanan, pihaknya juga akan meneruskan ke otoritas terkait permintaan kerja sama KKP tentang metodologi dan teknologi yang dipakai untuk mendeteksi virus penyebab Covid-19 pada produk perikanan.

Sebelumnya, Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (Balai KIPM) Tarakan memusnahkan 700 Kilogram ikan segar ilegal yang dikirim dari Malaysia.

Pemusnahan ini bertujuan untuk memberikan peringatan agar kejadian serupa tidak terulang kembali, komoditas perikanan ini sendiri disita petugas wilayah kerja KIPM Nunukan setelah berkoordinasi dengan Tim Lanal Nunukan pada 5 Februari lalu.

Kepala Balai KIPM Tarakan, Umar mengatakan kronologi kasus ini bermula saat tim Lanal Nunukan yang sedang melakukan patroli menghentikan sebuah perahu. Penghentian tersebut terjadi di perairan Gosong Makassar Nunukan pada posisi 4 derajat 0.820 N 117 sekitar pukul 01.51 Wita.

Setelah diperiksa di lokasi penghentian didapatkan 20 box berisi ikan segar yang tidak dilengkapi dokumen karantina dan dokumen lain yang dipersyaratkan.

Selanjutnya sekitar pukul 14.42 Wita, Lanal Nunukan menghubungi dan berkoordinasi dengan BKIPM Wilker Nunukan, jajarannya lalu menindaklanjuti kasus tersebut dan mewajibkan para terlapor untuk membuat Surat Pernyataan.

Tidak hanya itu, barang berupa ikan layang dan ruma ruma sebanyak 20 box dengan volume 700 kilogram dilakukan tindakan karantina yaitu penolakan atau dikirim kembali ke negara asalnya yaitu Malaysia.
Namun pemilik ikan mengkonfirmasi bahwa tidak akan mengirim ikan kembali ke Malaysia dan menyerahkan kepada pejabat karantina ikan untuk melakukan tindakan karantina selanjutnya yaitu pemusnahan sesuai pasal 16 ayat 1.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN