Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peti kemas. Foto ilustrasi: IST

Peti kemas. Foto ilustrasi: IST

LHK Amankan 38 Kontainer Kayu ILegal Asal Aru

TL, Selasa, 26 Februari 2019 | 09:32 WIB

SURABAYA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mengamankan 38 kontainer berisi kayu jenis merbau diduga ilegal asal Kepulauan Aru, Maluku, yang diselundupkan melalui angkutan kapal laut tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Puluhan kontainer berisi kayu ilegal itu teridentifikasi diangkut menggunakan Kapal Motor (KM) Muara Mas pada 8 Februari melalui Pelabuhan Dobo, Kepulauan Aru.

Dirjen Penegakan Hukum Direktorat Pencegahan dan Pengamanan Hutan Kementerian LHK Rasio Ridho Sani kepada wartawan di Surabaya, Senin (25/2), mengungkapkan, kapal milik perusahaan pelayaran PT Tempura Mas Line itu selama berlayar mematikan Automatic Identification System (AIS), sehingga menyulitkan petugas Kementerian LHK untuk melacaknya.

"Mengacu tanggal berlayar dari Pelabuhan Dobo, kami memperhitungkan KM Muara Mas tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya atau sekitarnya pada 20 Februari," katanya seperti dilansir Antara.

Petugas Kementerian LHK kemudian berhasil mengidentifikasi satu kontainer dari KM Muara Mas yang sedang dibawa menuju ke sebuah kawasan industri di Gresik, Jawa Timur. "Pada 22 Februari, sekitar pukul 15:20 WIB, kami mendapati 14 kontainer di tempat penampungan kayu ilegal milik perusahaan berinisial CHM di Jalan Mayjen Sungkono Gresik, 12 kontainer di antaranya sudah dibongkar muatannya," ujar Rasio.

Malam harinya, masih pada 22 Februari, petugas Kementerian LHK melanjutkan penyergapan dan menyita 13 kontainer kayu di penampungan milik perusahaan berinisial KAYT, kawasan Jalan Margomulyo Indah Surabaya, dan 11 kontainer kayu di penampungan milik perusahaan berinisial AGJU di Desa Winong, Pasuruan, Jawa Timur.

"Dengan demikian total 38 kontainer berisi kayu merbau ilegal asal Kepulauan Aru yang diangkut menggunakan KM Muara Mas berhasil kami amankan," ucapnya.

Rasio menyatakan masih menyelidiki perkara ini, di antaranya mengusut dugaan keterlibatan dari pihak perusahaan pelayaran PT Temas Line.

"Hingga kini, terhitung sejak akhir tahun 2018 lalu, kami telah menerbitkan 24 surat perintah penyidikan dari total barang bukti sebanyak 422 kontainer berisi kayu jenis merbau ilegal asal Maluku dan Papua yang diselundupkan ke wilayah Jawa Timur," jelas dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA