Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Andi Amran Sulaiman.

Andi Amran Sulaiman.

Mentan Amran Sarankan Tiga Hal Ini ke Kabinet Baru

Damiana Simanjuntak, Rabu, 14 Agustus 2019 | 09:00 WIB

JAKARTA, investor.id-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyarankan kabinet periode 2019-2024 untuk menerapkan strategi pembangunan pertanian dengan tiga fokus utama, yakni pengembangan lahan rawa dan lebak, peningkatan indeks pertanaman di lahan ladang tadah hujan, dan pengembangan biodiesel 100% (B100).

Mentan Amran merinci, saat ini potensi lahan rawa (lahan basah/wetland) yang bisa dimanfaatkan untuk pertanaman padi sekitar 10 juta hektare (ha), dengan produktivitas 5 ton per ha maka pengembangan lahan basah di Tanah Air bisa menaikkan indeks pertanaman (IP) dari 100 menjadi 300. Di sisi lain, melalui pengembangan ladang tadah hujan maka akan terjadi peningkatan IP di sawah jenis tersebut menjadi 2.

“Ada tiga hal yang saya titipkan dan harus dilanjutkan pada kabinet baru 2019-2024. Fokus pembangunan pertanian ke depan demi mewujudkan ketahanan pangan dapat dilakukan melalui pengembangan rainfed area (ladang tadah hujan), wetland area (lahan basah/lahan rawa), serta minyak sawit sebagai ujung tombak pertanian," kata Amran usai menghadiri rapat Dewan Ketahanan Pangan (DKP) di Jakarta, Selasa (13/8).

Amran menambahkan, dalam perencanaan pangan lima tahun ke depan hendaknya juga memperhitungkan arah Indonesia dalam memasuki era Pertanian 4.0 yakni pertanian presisi melalui teknologi digital, terjadinya transformasi pertanian tradisional ke pertanian modern, hingga penurunan inflasi komoditas pangan. Era Pertanian 4.0 juga mencakup penggunaan bibit unggul, pengembangan sumber daya manusia (SDM) pertanian digital yang terintegrasi dengan kebutuhan milenial, dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN