Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Andi Amran Sulaiman. Foto: IST

Andi Amran Sulaiman. Foto: IST

Mentan Copot Pejabat Terkait Impor Bawang Putih

Damiana Sianjuntak, Selasa, 13 Agustus 2019 | 12:10 WIB

JAKARTA, investor.id-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencopot pejabat eselon II, III, dan IV di Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) yang terkait kebijakan impor bawang putih. Sejauh ini memang belum diketahui keterlibatan sejumlah pejabat itu dalam kasus suap impor bawang putih yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun Mentan merasa perlu mengambil langkah tegas, konkret, dan segera sebagai komitmen antikorupsi.

Langkah Mentan itu dilakukan menyusul penggeledahan yang dilakukan KPK di Kantor Ditjen Hortikultura Kementan pada Senin (12/8) terkait kasus suap izin impor bawang putih yang menjerat anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Dhamantra.

Inspektur Jenderal Kementan Justan Siahaan mengatakan, Kementan terbuka bagi KPK untuk mengumpulkan informasi dan mengungkap kasus suap impor bawang putih secara terang agar publik dapat melihat masalah dengan jelas. "Bapak Menteri Pertanian mengambil langkah tegas dan ekstrem dalam menyikapi kasus ini dengan mencopot seluruh pejabat eselon II,III dan IV yang terkait dalam kasus impor bawang putih, terkait dengan verifikasi wajib tanam bawang putih di Ditjen Hortikultura. Beliau ingin Kementan jelas sikapnya terkait kasus ini dan memberikan ruang yang luas bagi KPK untuk melakukan penyelidikan,” kata dia di Jakarta, Selasa (13/8).

Pencopotan jabatan, kata dia, juga untuk menjaga muruah Kementan sebagai lembaga yang telah mendapatkan penghargaan anti gratifikasi dua kali, yakni tahun 2017 dan 2018 dari KPK. "Meski sebenarnya belum diketahui keterlibatan pejabat Kementan, namun Mentan merasa perlu mengambil langkah tegas, konkret, dan segera sebagai komitmennya dalam anti korupsi. Langkah ini perlu untuk memitigasi risiko reputasi Kementerian Pertanian yang sedang diakui kinerja positifnya dalam perekonomian Indonesia," kata dia.

Sejak awal, lanjut Justan, Kementan telah bekerja sama dengan KPK, secara khusus tiga personel KPK ditempatkan Kementan untuk pencegahan korupsi. "Pegawai Ditjen Hortikultura juga terbukti sudah berani melaporkan ke KPK terkait pemberian gratifikas. Ini nyata dilakukan oleh mereka. Selain itu, mereka juga sudah mem-blacklist 72 importir bawang nakal," kata Justan.

Setidaknya saat ini sudah ada sekitar 145 orang pegawai Kementan yang telah dipecat dan demosi karena bermasalah. Bahkan, secara keseluruhan karena bermain-main, sebanyak 1.432 pegawai telah didemosi dan mutasi. “Ini adalah tanggung jawab moril Mentan sebagai pimpinan tertinggi kementerian dan tidak ingin terjadi pembiaran terhadap isu yang berkembang. Ini adalah langkah antisipasi saja. Silahkan KPK lanjutkan proses hukum dan kami mendukung 1.000%," kata Justan.

Sekjen Kementan Momon Rusmono menambahkan, pencopotan jabatan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moril para eselon I dan dukungan kepada Menteri Pertanian yang selalu menggaungkan anti KKN dan anti mafia. "Para eselon I Kementan malam tadi sepakat untuk mencopot semua pejabat yang terkait dengan rekomendasi impor bawang putih, meskipun belum tentu mereka bersalah. Mereka dianggap lalai dalam pengawasan dan pelaksanaan proses rekomendasi impor bawang putih. Ini untuk menjaga kepercayaan publik dan menjaga integritas seluruh pegawai Kementan," ujar Momon.

Kementan, lanjut Momon, menghormati penyelidikan dan proses hukum yang berjalan dan mendukung penuh KPK. "Namun, manakala nantinya tidak terbukti bersalah, pejabat tersebut akan dipulihkan nama baik mereka dan dikembalikan pada posisi semula. Ini bagian dari revolusi mental dan reformasi birokrasi didalamnya, yang dijalankan oleh Kementan," kata Momon.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN