Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Andi Amran Sulaiman. Foto: IST

Andi Amran Sulaiman. Foto: IST

Mentan Fokus Swasembada Bawang Putih 2021

TL, Kamis, 16 Mei 2019 | 23:44 WIB

JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan akan terus fokus mencapai target swasembada bawang putih pada 2021 di tengah kenaikan harga komoditas tersebut di pasar nasional dan dibukanya keran impor bawang putih dari Tiongkok.

"Tidak sulit untuk bisa swasembada mengingat potensi lahan yang kita miliki sekitar 600 ribu hektare (ha) di 110 kabupaten/kota sebagai perluasan areal tanam baru. Kita akan terus fokus hingga 2021," kata Menteri Amran melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (15/5).

Amran seperti dilansir Antara mengatakan, pemerintah hanya membutuhkan luas lahan sekitar 69 ribu ha untuk bisa memenuhi kebutuhan bawang putih nasional. Pemerintah pun terus berupaya memperluas areal tanam komoditas bawang putih untuk mengejar target swasembada.

Importir bawang putih yang telah mendapatkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) diwajibkan menanam 5% dari total pengajuan rekomendasi impornya. Sesuai perhitungan Kementan, dibutuhkan lahan seluas 73 ribu ha untuk mencapai swasembada bawang putih, yakni terdiri dari 60 ribu ha untuk bawang konsumsi dan 13 ribu sisanya untuk produksi benih.

Bawang Putih
Bawang Putih

 

Kementan juga melibatkan Satgas Pangan dan Inspektorat Jenderal untuk melakukan pengawasan terhadap program swasembada bawang putih ini. Pengawasan ini untuk memastikan program ini tidak mengalami kendala secara teknis dan tetap terus menjaga pencegahan korupsi.

Amran memastikan pihaknya akan menindak tegas siapapun yang mempermainkan harga pangan, termasuk bawang putih. "Saya pastikan akan blacklist importir yang tidak serius mendukung program ini. Sudah ada 56 perusahaan yang kita blacklist dan tidak lagi bisa mengimpor bawang," katanya.

Amran pun meminta Satgas Pangan untuk melakukan penindakan apabila ada importir terindikasi melakukan kartel pangan dan menahan stok agar harga tinggi di tingkat konsumen sehingga merugikan masyarakat. Upaya Kementerian Pertanian (Kementan) mengejar tanam bawang putih guna mencapai swasembada. Indonesia pernah swasembada bawang putih pada 1994 dan kebutuhan konsumsi mampu dipasok dari tanam seluas 22 ribu ha.

Namun demikian, akibat banjir impor bawang putih di masa lalu telah menyebabkan petani di Tanah Air enggan bertani bawang putih. Pada awal pemerintahan, lahan khusus bawang putih hanya tersisa sekitar 1.000-an ha dan impornya 97% dari kebutuhan. Karena itu, tahun ini rencana penanaman bawang putih sekitar 20-30 ribu ha dan akan terus bertambah. Benih yang ditanam akan direplikasi dan diperluas secara masif di lahan-lahan potensial.  

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN