Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir

Menteri Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan

Jumat, 20 November 2020 | 08:28 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id –Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan, pihaknya telah membentuk klaster atau holding BUMN pangan yang terdiri atas delapan perusahaan dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) sebagai induk atau pemimpinnya.

“Kementerian BUMN membuat klaster BUMN pangan agar lebih efisien, terkontrol, dan impact full. Dengan begitu, kita mudah mengembangkan industri pangan nasional, baik untuk pasar domestik maupun subsidi impor. Kita tidak anti (impor) tetapi kalau bisa kita tekan impor itu,” kata Erick dalam Jakarta Food Security Summit (JFSS) Kelima yang diselenggarakan Kamar dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Kamis (19/11).

RNI akan membawahi delapan perusahaan pelat merah terkait pangan, yakni PT Berdikari (Persero), PT Perikanan Nusantara (Perinus Persero), Perum Perikanan Indonesia (Perindo), PT Pertani (Persero), PT Sang Hyang Seri (SHS Persero), PT Garam (Persero), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI Persero), dan PT Bhanda Ghara Reksa (BGR Persero).

Menteri Erick menuturkan, kegiatan usaha dalam holding difokuskan ke bisnis inti masing-masing sehingga BUMN pangan tidak saling membunuh dan tumpang tindih.

“Kehadiran holding BUMN pangan ini juga tidak akan menyaingi pemain swasta, tetapi justru menyediakan peluang untuk bekerja sama dengan pihak swasta,” jelas Erick.

Beberapa kegiatan usaha yang menjadi fokus holding BUMN pangan adalah produksi beras, jagung, cabai merah, dan bawang merah oleh SHS dan Pertani, produksi daging ayam, sapi, dan ikan oleh Berdikari, Perinus, dan Perum Perindo, gula oleh PG Rajawali yang merupakan anak usaha RNI, sedangkan distribusinya diserahkan ke PPI dan BGR.

“Kita fokuskan pada beras, jagung, gula, ayam, sapi, kambing, ikan, cabai, bawang merah, dan garam. Pandemi Covid-19 mengajarkan banyak hal yakni negara-negara harus tetap sustainable, apalagi Indonesia merupakan Negara dengan pasar dan sumber daya besar tapi minim logistic dan teknologi. Upaya ini diharapkan ikut membantu menyelesaikan persoalan tersebut,” jelas Erick.

Dalam kesempatan itu, Menteri Erick Thohir mengaku tengah mengkaji peleburan dua BUMN perikanan yaitu Perinus dan Perum Perindo, lantaran keduanya bergerak di bidang yang sama.

“Untuk perikanan, Perinus dan Perindo, kita pelajari ngapain punya dua perusahaan ikan, lebih baik satu aja,” ujar Erick.

BUMN perikanan seharusnya bisa mewadahi fasilitas perikanan, bukan malah menjadi pesaing dari nelayan.

Untuk itu, ke depan fokus kedua BUMN perikanan itu adalah di bidang cold storage dan pengembangan pasar. “Tidak usah punya kapal, fokus di storage dan market saja,” ujar Erick.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN