Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Menteri LHK Petakan 5 Wilayah Kebakaran Hutan Tertinggi

Rabu, 4 Februari 2015 | 11:45 WIB
ah

JAKARTA- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mengatakan, kebakaran hutan merupakan masalah yang harus segera diatasi, sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menargetkan pada 2015 sudah tidak terjadi kebakaran hutan di seluruh wilayah RI.


Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar menjelaskan bahwa pihaknya sudah memetakan lima wilayah dengan tingkat kebakaran hutan tertinggi yang tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi agar penanggulangannya dapat dikonsentrasikan kewilayah tersebut.


Namun dia mengaku upaya pemerintah dalam mengatasi bencana tersebut sangat terbatas, baik hal personil dan pendanaanya. Pasalnya setiap titik kebakaran yang terjadi mencakup wilayah yang cukup luas yang pemadamannya sulit dilakukan pada musim kemarau.


“Kalau musim hujan seperti sekarang bila ada kebakaran hutan langsung padam sendiri. Tapi jika kemarau muncul banyak titik kebakaran. Sesuai target yang diperintahkan Presiden Jokowi pada 2015 sudah tidak boleh ada kebakaran hutan dan kami akanberupaya mengatasinya,” tukas Siti dalam acara “Refleksi Kerja 100 hari Kementerian LHK di kantornya, Jakarta, Selasa (3/2).


Anggota Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro yang juga hadir dalam acara itu menambahkan bahwa DPR mengapresiasi kinerja 100 hari Kemen- LHK dan mendukung upaya-upaya yang dilakukan dalam mengatasi berbagai kejahatan yang menyebabkan kerusakan lingkungan, seperti illegal logging dan kebakaran hutan.


Dia juga menyadari keterbatasan aparat pemerintah dalam mengatasi kendala tersebut, sehingga diperlukan kerjasama dan bantuan pihak swasta. “Dengan luas wilayah hutan yang ada, pemerintah tidak akan sanggup menjaga dari kebakaran hutan. Untuk itu perlu peran swasta, khususnya perusahaan yang memanfaatkan lahan hutan di sekitarnya,” pungkasnya. (wyu/gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN