Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Susi Pudjiastuti. Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU

Susi Pudjiastuti. Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU

Menteri Susi Lepaskan Penyu ke Habitat Asli Natuna

TL, Senin, 13 Mei 2019 | 14:11 WIB

NATUNA-Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melepasliarkan spesies dilindungi, penyu dan ikan Napoleon, di Perairan Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu (11/5). Pelepasliaran dilaksanakan atas 20 ekor induk penyu yang terdiri atas 19 ekor jenis penyu hijau dan satu penyu sisik, serta lima ekor ikan napoleon

Turut hadir dalam pelepasliaran tersebut sejumlah duta besar dari negara sahabat yaitu Duta Besar Polandia untuk RI Beata StoczyƄska, Duta Besar Armenia untuk RI Dziunik Aghajanian, serta Duta Besar Swedia untuk RI Marina Berg. Sebelumnya, pada Minggu (5/5), sebanyak 30 ekor penyu juga telah dilepasliarkan di perairan Natuna. Sebelum dilepasliarkan, seluruh penyu dipasangkan tanda ID berupa metal tag dan PIT tag oleh BPSPL Padang dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut.

Plt Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Agus Suherman mengatakan, penyu-penyu tersebut merupakan hasil operasi Polair Baharkam Polri yang menggagalkan pemanfaatan penyu dilindungi secara ilegal pada 19 April 2019. Dalam operasi tersebut Polair Baharkam Polri berhasil mengamankan 118 ekor dalam kondisi hidup, 30 ekor mati, dan sembilan dalam kondisi sakit. Selama proses perawatan semua penyu yang hidup di observasi di Pulau Mencaras oleh BKSDA Batam, Stasiun Karantina Ikan Batam dan tim medis Megafauna akuatik Indonesia di Batam.

Dari sejumlah yang masih hidup, telah dilepasliarkan sebanyak 50 ekor di Perairan Natuna Kepulauan Riau. Sedangkan selebihnya masih dalam observasi di Pulau Mencaras BKSDA Batam. Sementara dalam proses observasi jumlah yang mati bertambah menjadi 34 ekor, yang kemudian dilakukan pemusnahan 30 ekor penyu di tempat pembakaran daging Karantina Pertanian Batam, sedangkan empat lainnya dikubur di pantai Mencaras dan Tanjung Piayu Batam. “Penyu merupakan salah satu spesies yang dilindungi berdasarkan ketentuan hukum nasional maupun ketentuan internasional karena keberadaannya telah terancam punah karena faktor alam maupun aktivitas manusia,” kata Agus.

Di Indonesia, terdapat enam jenis penyu yang dilindungi, yakni penyu hijau, penyu sisik, penyu tempayan, penyu belimbing, penyu ridel/abu-abu, dan penyu pipih. Untuk meningkatkan perlindungan terhadap spesies penyu dilindungi, KKP pada 2015 telah menerbitkan surat edaran kepada pemerintah daerah (gubernur dan bupati) untuk meningkatkan sosialisasi peraturan perundang-undangan yang terkait, serta pembinaan dalam rangka penyadaran masyarakat untuk melindungi penyu dari kepunahan.

Selain itu, pemerintah daerah juga diharapkan melakukan koordinasi dalam rangka pencegahan, pengawasan, dan penegakan hukum untuk pelaksanaan perlindungan penyu, telur, bagian tubuh, dan/atau produk turunannya, melakukan perlindungan habitat peneluran penyu, serta melakukan monitoring terhadap pelaksanaan program perlindungan penyu, telur, bagian tubuh, dan/atau produk turunannya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN