Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Menteri Trenggono Pastikan Dana Lembaga Pengelola Modal Usaha Perikanan Tepat Guna

Jumat, 4 Juni 2021 | 11:53 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono memastikan dana bergulir Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) tepat guna.

Ia mendorong debitur BLU LPMUKP mengembangkan usaha, agar modal yang telah dipinjam bisa digulirkan kepada yang lain. Menteri Trenggono menyampaikan hal tersebut ketika melakukan kunjungan kerja di Provinsi Sumatera Barat pada Kamis  (3/6/2021).

Anggota Komisi IV DPR, Hermanto yang turut serta dalam kegiatan tersebut, juga berharap pelaku usaha debitur LPMUKP bisa mengembangkan usahanya.

Lima debitur yang terdiri dari sebelas pemanfaat, menerima pinjaman modal usaha senilai Rp 616 juta, mereka adalah pengolah, pembudi daya udang dan ikan asal Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam dan kota Pariaman.

KKP juga mendorong Unit Pengolahan Ikan (UPI) agar lebih jeli membaca pasar dan melakukan inovasi inovasi agar produk yang dihasilkan berkualitas sehingga laris di pasaran.

“Usaha perikanan berperan besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja di tengah masyarakat,” ujar dia baru baru ini.

Ia juga mengunjungi stan Frozen Food milik CV Samara Food, salah satu UPI di kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat dan melihat langsung produk produk yang dihasilkan oleh usaha perikanan berskala UMKM tersebut.

Usaha produk olahan ikan ini dijalankan oleh para milenial, UPI Samara Food mampu memproduksi tuna fillet sebanyak 700-800 kilogram per bilan menjadi frozen food seperti nugget, bakso, siomay dengan tenaga kerja sekitar 17 orang.

Omzet yang didapatkan terbilang tinggi di kisaran Rp 70 juta hingga Rp 120 juta per bulan dengan pangsa pasar wilayah Sumatera Barat, Riau, Batam dan Jambi.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Artarti Widiarti mengatakan pihaknya akan membantu promosi produk yang dihasilkan UPI Samara, KKP juga mempunyai wadah promosi pasar laut Indonesia yang ada di bandara dan rest area sebagai etalase produk olahan ikan di Indonesia.

Pemimpin Usaha Samara Food, Rahmi mengatakan inovasi serta jeli membaca keinginan dan peluang pasar memang menjadi kunci usaha yang dibangunnya sejak tujuh tahun lalu.

Ia aktif mengikuti program program pengembangan UMKM yang digagas Pemda maupun Pemerintah Pusat dan usahanya kini tercatat sebagai UPI binaan Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan yang merupakan unit kerja eselon I KKP.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN