Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Panenan sawit di sebuah pabrik. Foto ilustrasi:: Investor Daily/Gora Kunjana

Panenan sawit di sebuah pabrik. Foto ilustrasi:: Investor Daily/Gora Kunjana

Minamas Plantation Resmi Luncurkan Benih Unggul iCalix Dukung Program Sawit Berkelanjutan

Ridho Syukra, Kamis, 7 November 2019 | 16:21 WIB

JAKARTA, investor.id - Minamas Plantation melalui pusat penelitiannya Minamas Research Centre (MRC) akan merilis benih unggul iCalix pada awal tahun 2020, tujuannya untuk mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing produk sawit nasional.

Minamas Plantation telah melakukan riset dan pengembangan benih unggul iCalix sejak tahun 2010 melalui MRC yang berlokasi di Riau.

Head MRC Minamas Plantation Shahrakbah Yacob mengatakan pada Februari lalu, pihaknya menerima Surat Persetujuan Penerbitan Benih Kelapa Sawit (SP2BKS) dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan diberikan izin untuk dijual di pasaran.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah Indonesia dan kami siap mendukung peningkatan produktivitas sawit nasional melalui benih unggul iCalix,” ujar dia di Jakarta, Kamis (7/11).

Benih iCalix didapatkan dari persilangan antara induk Dura Banting dengan induk Pisifera Avros yang berasal dari Afrika.

Persilangan ini dinilai cocok untuk menghasilkan bibit berkualitas dengan tingkat produksi yang tinggi.

Benih iCalix memiliki potensi produksi Tandan Buah Segar sebesar 30,9 ton per hektar per tahun dan bisa juga menghasilkan Crude Palm Oil (CPO) 8,5 ton per hektare per tahun.

Jika dibandingkan dengan benih lain, iCalix memiliki keunggulan dari sisi kandungan dan produksi minyak yang cukup tinggi.

iCalix juga memiliki rasio oil to bunch yang tinggi dan memiliki potensi kandungan minyak yang tinggi dalam setiap tandannya.

“Tanaman mulai dapat dipanen pada umur 24 bulan setelah tanam di lapangan dan relatif tahan terhadap penyakit Ganoderma,” ujar dia.

Hingga saat ini, kapasitas produksi kecambah iCalix mampu mencapai 2 juta butir kecambah per tahun dan kegunaannya bisa untuk memenuhi kebutuhan internal sebelum dipasarkan secara komersial ke pelanggan eksternal termasuk kebun plasma.

Saat ini,pembelian hanya dapat dilakukan di kantor MRC di Riau dengan harga Rp 10 per butir.

Melalui pelepasan perdana benih iCalix ini, Minamas Plantation akan terus fokus pada intensifikasi perkebunan dengan meningkatkan kualitas produk di lahan yang sudah ada.

MRC adalah Laboratorium yang melakukan eksperimen untuk meningkatkan hasil dan kualitas serta proses untuk operasi hulu.

Kegiatan utamanya adalah melakukan beberapa penelitian kelapa sawit, perlindungan tanaman,pemuliaan tanaman, jasa Research and Development, pengelolaan statistik serta pelatihan teknisi.

Minamas Plantation bersama anak usahanya sejak tahun 1985 sudah melaksanakan komitmen melakukan praktik perkebunan yang ramah lingkungan dengan menerapkan kebijakan zero burning.

Melalui komitmen tersebut perusahaan melakukan upaya upaya untuk memberantas kebakaran melalui pembangunan 72 menara api yang tersebar di beberapa lokasi mulai dari Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA