Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Pemerintah Siapkan 5 Jurus Perkuat Ketahanan Pangan

Minggu, 6 Juni 2021 | 09:33 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah menyiapkan lima kebijakan dalam rangka menjaga dan memperkuat rantai ketahanan pangan nasional. Kelima kebijakan itu adalah implementasi UU Cipta Kerja, digitalisasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sinergi BUMN, penguatan kerja sama antardaerah, dan pembentukan holding BUMN pangan. Ketahanan pangan yang kuat akan membuat pembangunan ekonomi berjalan baik.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah telah menyusun lima kebijakan dalam menjaga rantai ketahanan pangan nasional. Pertama, implementasi UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja terkait penyederhanaan, percepatan, kepastian dalam perizinan, serta persetujuan ekspor/impor.

Kedua, melakukan digitalisasi UMKM yang merupakan bentuk realisasi dari dua agenda besar pemerintah saat ini, yaitu agenda pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan transformasi digital.

Ketiga, sinergi BUMN untuk distribusi hasil pertanian dari sentra produksi ke sentra konsumen, yaitu pengembangan sistem logistik pangan berbasis transportasi kereta  api dalam bentuk distribusi bahan pangan ke wilayah timur  

Keempat, penguatan kerja sama antardaerah khususnya dalam pemenuhan pangan. Kelima, pembentukan holding BUMN pangan dalam penguatan ekosistem Pangan nasional.

“Karena itu, program- program di sektor pertanian dan perikanan terus dijalankan untuk penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani/nelayan,” tegas Airlangga.

Program strategis sektor pangan dan pertanian tahun 2021 antara lain stabilitas harga dan pasokan pangan, pengembangan hortikultura berorientasi ekspor, kemitraan closed loop hortikultura, peremajaan sawit rakyat, dan pengembangan industri rumput laut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: IST
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: IST

Menko Airlangga menjelaskan, upaya menjaga rantai ketahanan pangan nasional merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mendorong dan menguatkan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani/ nelayan di Tanah Air. Caranya, pemerintah telah menyiapkan stimulus ekonomi untuk menyokong sektor pertanian dan perikanan.

Stimulus dan insentif yang dikeluarkan untuk tetap menjaga kinerja sektor pertanian dan perikanan antara lain Program Padat Karya Pertanian, Program Padat Karya Perikanan, Banpres Produktif UMKM Sektor Pertanian, Subsidi Bunga Mikro/Kredit Usaha Rakyat, serta Dukungan Pembiayaan Koperasi dengan Skema Dana Bergulir.

Memasuki 2021, ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 tumbuh signifikan, meski masih kontraksi. Dari sisi lapangan usaha, sekitar 64,13% ekonomi Indonesia berasal dari sektor pertanian, industri, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Dari kelima sektor tersebut, hanya sektor pertanian yang masih mengalami laju pertumbuhan positif 2,15% (year- on-year/yoy).

Sektor pertanian tetap tangguh selama pandemi Covid-19 dengan kontribusi nilai ekspor US$ 0,40 miliar atau 3% dari total ekspor Indonesia. Ekspor pertanian naik signifikan di masa pandemi Covid-19 dengan kenaikan 16,20% (yoy) dan 20,80% (month-to-month/mtm).

Khusus industri perunggasan, kebijakan pemerintah adalah mendorong hilirisasi. Hilirisasi sangat membantu peternak karena meningkatkan konsumsi sehingga memacu permintaan daging ayam dan telur.

Dengan peningkatan konsumsi daging dan telur, optimalisasi sumberdaya produksi dapat dilakukan dan diharapkan peternak lebih sejahtera.

“Perunggasan salah satu industri yang telah mengakar dan menjadi budaya masyarakat untuk menghasilkan produk berkualitas. Ke depan, ayam dan telur diharapkan bisa menyelesaikan persoalan kebutuhan gizi yang dapat mendorong imunitas dan mencegah Covid-19,” kata Airlangga saat Silaturahmi Peternak dan Puncak Acara Kampanye Konsumsi Ayam dan Telur 2021, Kamis (3/6). Pemerintah juga akan mendorong industri perunggasan ke dalam klaster dan memacu program-program percontohan. Hal ini untuk mencari solusi dari berbagai tantangan seperti fluktuasi harga terkait jagung dan juga sistem peternakan ayam yang harus segera diselesaikan.

Korporas  Peternak

Syahrul Yasin Limpo
Menteri Pertanian

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan, pemerintah bersama asosiasi perunggasan berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan peternak di Tanah Air, salah satunya dengan membentuk korporasi.

“Kesejahteraan peternak akan menjadi perhatian serius pemerintah, terutama Kementerian Pertanian (Kementan). Pak

Dirjen Peter akan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan segera merumuskan dan mengorporasikan, bikin sendiri yuk pangannya,” kata Mentan.

Mentan Syahrul menuturkan, Kementan di bawah komando Menko Perekonomian juga akan terus berupaya meningkatkan konsumsi protein hewani khususnya daging ayam dan telur di masyarakat.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Ditjen PKH Kementan Fini Murfiani menerangkan, sejatinya Kementan telah mengadakan kampanye konsumsi ayam dan telur. Bahkan, menjadi agenda tahunan dan didukung segenap pelaku usaha yang tergabung dalam banyak wadah

Organisasi/asosiasi bidang perunggasan. Sebelumnya, kegiatan kampanye ini telah dilakukan di Jakarta dan Bandung dengan membagikan 1.000 paket ayam dan telur di Jakarta dan 5.000 paket di Bandung. “Adapun untuk wilayah Bogor akan dibagikan 1.000 paket ayam dan telur di 5 titik di Kota Bogor,” jelas Fini dalam diskusi panel soal Stabilisasi Suplai Permintaan Ayam dan Telur dan Ketersediaan Jagung sebagai Bahan Baku Pakan.

Dalam keterangan Kementan juga disebutkan, terdapat beberapa strategi stabilisasi perunggasan yang dilakukan Ditjen PKH Kementan, antara lain mewajibkan pembibit Grand Parent Stock (GPS) lebih dari 30 ribu  ekor untuk menyediakan Day Old Chicken Parent Stock (DOC PS) dengan porsi paling banyak 20% dari produksi kepada pembibit PS eksternal. Sedangkan perlindungan terhadap peternak skala UMKM dilakukan dengan mewajibkan pembibit menyediakan DOC Final Stock (FS) dengan porsi paling banyak 50% dari produksi sesuai dengan harga dari Permendag dan SNI.

“Intinya ini semua untuk melindungi dan menyejahterakan peternak, terutama peternak rakyat (UMKM),” tutur Fini. (tl)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN