Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petani kebun sawit . Foto ilustrasi: IST

Petani kebun sawit . Foto ilustrasi: IST

Pendampingan untuk Petani Sawit Harus Lebih Intensif

Selasa, 13 Oktober 2020 | 12:25 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Salah satu kunci sukses program Perkebunan Inti Rakyat (PIR) adalah pembinaan petani yang intensif oleh pemerintah lewat perusahaan inti.

Pembina Persatuan Organisasi Petani Sawit Indonesia (Popsi) Gamal Nasir mengatakan saat ini kelapa sawit rakyat luasnya mencapai 41% dan masih didominasi petani swadaya.

Masih banyak masalah yang mereka hadapi yaitu masuk dalam kawasan hutan, produktivitas rendah padahal masa depan sawit Indonesia ada di tangan petani.

Ia meminta pemerintah dan perusahaan swasta di sekitarnya harus terjun mendampingi petani agar lebih berdaya saing mengelola sawitnya.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Bustanul Arifin mengatakan sebagian besar model bisnis perkebunan kelapa sawit rakyat adalah petani mandiri.

Berdasarkan sensus pada 2013 menyatakan hanya 8% yang mendapatkan penyuluhan, 72% tidak bergabung dalam kelompok atau akses permodalan maka dari itu diperlukan peran penyuluh pertanian.

Pada kelapa sawit yang diprioritaskan adalah penyuluh swasta dan swadaya, peran mereka membangun model bisnis dengan skema kemitraan berkelompok, koperasi, pengelolaan perusahaan dan penyuluhan teknis budidaya.

Direktur BPDPKS Edi Wibowo mengatakan produktivitas petani penting untuk menghasilkan peningkatan produktivitas CPO.
SDM yang diperlukan pada perkebunan rakyat adalah asisten kebun, penyuluh dan pendamping kelompok tani.

Program pengembangan SDM BPDPKS saat ini untuk pendidikan D1 sebanyak 1200 orang, D3 630 orang, D4 120 orang.

“ Sedangkan program pelatihan petani mencapai 4.529 orang dan masyarakat umum mencapai 3.300 orang,” ujar dia kepada Investor Daily, di Jakarta, Selasa (13/10).

Cargill Farmer Development Lead Joko Wahyu mengatakan setelah  sukses membina petani PIR, saat ini pihaknya membina petani swadaya di Musi Banyuasin,

Petani swadaya kalau tidak dibina akan menjadi masalah besar, proses pembinaan dimulai dari melihat skema rantai pasok kemudian menetapkan model aliran bisnis yaitu alur pembayaran.

Pakar Agribisnis Bungaran Saragih mengatakan salah satu yang menyebabkan Indonesia menjadi negara produsen sawit terbesar adalah karena peran petani baik swadaya maupun PIR.

Karena dulu petani sawit bergerak sendiri tanpa bantuan pemerintah, sekarang petani kelapa sawit lewat asosiasi membentuk koperasi petani.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN